MerahPutih.com - Tidak lama usai pemakaman Ali Khamenei, Korps Garda Revolusi Islami (IRGC) Iran mengklaim menyerang pusat dukungan logistik dan platform pengisian bahan bakar yang melayani kapal induk Amerika Serikat di Pelabuhan Duqm di Oman.
Serangan ini dinilai sebagai fase ketiga serangan balasan atas agresi AS yang terbaru. Dan balasan saat Amerika Serikat menyerang Iran di tengah resepsi pemakaman Ali Khamenei ke beberapa titik.
IRGC mengatakan Angkatan Udaranya telah meluncurkan "serangan berat dan mengejutkan" kepada "pusat dukungan logistik bagi Angkatan Laut dan platform pengisian bahan bakar kapal induk AS di Pelabuhan Duqm, Oman".
Pernyataan itu menjelaskan operasi tersebut sebagai balasan atas agresi mematikan dari AS .
Baca juga:
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dimakamkan di Pemakaman Imam Reza di Mashhad
IRGC menyatakan, kebulatan tekad bangsa Iran tercermin saat prosesi pemakaman pemimpin besar Iran Ali Khamenei yang dihadiri puluhan juta rakyat sebagai keberanian para pejuangnya.
Pernyataan itu diakhiri dengan mengutip ayat Al Quran; "Kemenangan hanyalah milik Allah semata, yang Maha Esa, dan Maha Bijaksana".
Pernyataan itu diumumkan usai militer AS melanjutkan upaya agresinya ke Iran selatan sebagai tanggapan atas penutupan kembali Selat Hormuz oleh Angkatan Laut IRGC.
IRGC menyampaikan bahwa kapal kedua yang dianggap melanggar peraturan di Selat Hormuz telah dilumpuhkan melalui operasi militer balasan.
Departemen Hubungan Masyarakat IRGC menegaskan, tindakan itu dilakukan sebagai balasan atas serangan AS kepada markas militer Iran yang berada di pesisir pantai.
IRGC juga mengklaim bahwa fase kedua balasan, yakni rudal balistik yang menargetkan Pangkalan Udara AS di Al Udeid, Qatar, telah menghantam markas pusat perbaikan dan perawatan pesawat tempur dan fasilitas kendali.
Iran juga memperingatkan bahwa kelanjutan serangan AS dan Israel akan dibalas dengan serangan militer yang lebih kuat.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa membalas kematian ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, merupakan tuntutan bangsa dan pasti harus dilakukan.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pesan yang dibacakan pada upacara pemakaman mendiang pemimpin tertinggi tersebut, menurut laporan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
“Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat,” kata Mojtaba Khamenei dalam pesannya