Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Iran dan AS Kembali Memanas, Pengiriman Minyak Lewat Selat Hormuz Melambat

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 14 Juli 2026

MerahPutih.com - Kondsi Timur Tengah kembali memanas, setelah Amerika Serikat kembali menyerang berbagai titik di Iran bagian selatan di tengah prosesi pemakaman Ali Khamenei.

Lalu Iran, melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Yordania, dan Oman sebagai balasan atas serangan AS terhadap sejumlah target di Iran.

Kondisi serangan tersebut, membuat harga minyak dunia naik dan lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz kembali melambat akibat meningkatkan risiko keamanan di jalur distribusi energi utama dunia.

Pada Minggu (13/7), minyak mentah Brent naik sekitar 3,5 persen menjadi hampir 79 dolar AS per barel, sekitar sembilan persen di atas level sebelum konflik. Kpler mencatat hanya 22 kapal melintasi selat itu pada Kamis.

Baca juga:

Selat Hormuz Panas Lagi, Serangan Balasan Iran Hantam Pangkalan Militer AS di 3 Negara Arab

Menurut perusahaan data maritim Kpler, sebelum konflik pecah, lebih dari 130 kapal per hari melintasi Selat Hormuz.

Eskalasi terjadi setelah Amerika Serikat menyerang sekitar 140 sasaran di Iran menyusul serangan Teheran terhadap sebuah kapal kontainer di Selat Hormuz.

Pemerintah China meminta agar baik Amerika Serikat maupun Iran menjaga kondisi pelayaran di Selat Hormuz tetap aman dan bebas pasca aksi saling serang kedua negara tersebut di kawasan dan atas kapal-kapal di perairan internasional tersebut.

Selat Hormuz adalah selat untuk navigasi internasional. Memulai kembali pelayaran yang aman dan bebas di Selat tersebut secepatnya akan menguntungkan semua pihak,

kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin (14/7).
Baca Artikel Asli