Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita

Ini Kado Awal Tahun 2016 di Sektor Energi

Widi Hatmoko - Selasa, 05 Januari 2016

MerahPutih Bisnis - Beberapa komoditas energi di tahun 2016 akan mengalami penurunan. Seiring dengan sudah diberlakukannya mekanisme pasar untuk beberapa komoditas energi. Jadi komoditas apa saja yang akan turun harga jualnya? Simak hasil penelusuran merahputih.com, Senin, (4/1).

1. Tepatnya empat hari lalu, PT PLN (Persero) telah menurunkan tarif listrik untuk 12 golongan pelanggan. Penurunan tarif listrik tersebut bervariasi dan berbeda untuk setiap golongan.

Penurunan tarif itu dipengaruhi oleh dua hal yaitu, menurunnya nilai kurs November 2015 Rp 13.673 per US$ dibanding Oktober Rp1 3.796 per US$ dan harga ICP November US$ 41,44 per barrel‎ dibanding Oktober US$ 43,68 per barrel.

Dikutip dari data PLN, Golongan tarif berdasarkan kelompok yang mekanisme penyesuaian tarif (tariff adjustment) yaitu:

a. Tarif listrik ditegangan rendah/TR (untuk Rumah Tangga), Bisnis skala menengah, Kantor Pemerintah skala menengah, turun Rp 1.509,38 kWh menjadi Rp 1.409,16 kWh.

b. Tarif listrik di tegangan menengah/TM (untuk Bisnis skala besar, Kantor Pemerintah skala besar, industri skala menengah), turun dari Rp 1.104,73 kWh menjadi Rp 1.007,15 kWh.

c. Tarif listrik di tegangan tinggi/TT (untuk Industri skala besar), turun dari 1059,99 Rp/kWh menjadi Rp 970,35 kWh.

2. Kabar gembira lainnya yaitu ihwal Harga baru Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan mulai pukul 00:00 WIB dini hari nanti tanpa pungutan Dana Ketahanan Energi (DKE)

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah memutuskan menunda pungutan Dana Ketahanan Energi. Keputusan itu diambil lantaran mempertimbangkan besarnya penolakan dari masyarakat.

"Jadi harga yang diterapkan harga keekonomian," tutur Darmin di Kantornya, seusai Rapat Terbatas (Ratas) di Istana, Jakarta, Senin (4/1).

Sehingga harga yang diterapkan mengikuti harga keekonomian. Dimana berdasarkan pengumuman dan pembahasan dalam sidang kabinet pada Rabu (30/12) lalu. Pemerintah menetapkan harga keekonomian premium Rp6.950 per liter dan solar ditetapkan Rp5.650 per liter. Harga baru tersebut tidak termasuk pungutan dana ketahanan energi Rp200 per liter untuk Premium dan untuk Solar sebesar Rp300 per liter.

Spesialnya, penurunan harga BBM juga berlaku bagi BBM jenis pertamax, dan pertalite. Untuk pertamax per 00:00 WIB malam nanti akan menjadi Rp 8.450 per liter dari sebelumnya Rp 8.650 per liter dan pertalite menjadi Rp 7.950 per liter dari sebelumnya Rp 8.200 per liter.

"Penurunan harga BBM dua jenis tersebut, disebabkan penurunan rata-rata harga bahan bakar Ron 92 di pasar international dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS yang mulai membaik," ucap Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang di Kantor Menko Perekonomian.

3. Tidak hanya itu, kabar gembira lainnya kini datang dari penurunan harga elpiji 12 kilogram (Kg) yang akan turun sebesar Rp 5.600 per tabung.

Selain elpiji 12 kg, perusahaan pelat merah itu juga menurunkan harga gas elpiji berwarna pink ukuran 5,5 kilogram sebesar Rp 4.500 per tabung.

"Iya benar mulai besok (selasa, 5/12) turunnya," ucap Direktur Pemasaran Ahmad Bambang, ditemui di Kantor Menko Perekonomian.

Sebagai informasi, saat ini harga jual elpiji 12 kgmencaai Rp 134.600 per tabung. Sehingga mulai besok, harga elpiji 12 kg dibanderol dengan harga Rp 129.000 per tabung. Sedangkan untuk elpiji berukuran 5,5 kilogram yang saat ini dijual dengan harga Rp 62.000 per tabung, besok harga jualnya menjadi Rp 57.500 per tabung. (rfd)

Baca Artikel Asli