MerahPutih.com - Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman mengatakan akan "meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya" semua pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas desalinasi, serta Pulau Kharg jika kesepakatan damai gagal dicapai dan Selat Hormuz tak dibuka.
Pada Minggu (5/4), Trump kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada 7 April jika Teheran tak kunjung memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Amerika dan Israel telah melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari lalu sehingga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan korban jiwa di kalangan rakyat sipil.
Inggris tidak akan mengizinkan Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke infrastruktur sipil, seperti jembatan dan pembangkit listrik, di Iran, menurut harian The i Paper pada Senin.
Baca juga:
Trump Lakukan Pendekatan Sambil Beri Ancaman, Iran Tolak Gencatan Senjata
Laporan tersebut, dengan mengutip sumber, menyampaikan, London hanya akan mengizinkan pangkalannya digunakan untuk serangan defensif oleh AS.
Sementara, ancaman Trump untuk menyerang infrastruktur sipil di Iran tak dapat disebut sebagai serangan defensif.
Harian tersebut juga melaporkan bahwa setiap keputusan mengizinkan pesawat pengebom AS mendarat di pangkalan militer Inggris akan ditentukan berbeda per kasus.
Adapun pangkalan angkatan udara Inggris di Fairford menjadi satu-satunya pangkalan militer Eropa yang didarati pesawat pengebom strategis AS. Pangkalan tersebut juga sempat digunakan dalam pengeboman Irak dan Yugoslavia di masa lalu. (*)