MerahPutih, Bisnis-Indonesia berpotensi meraih kontrak dagang senilai US$420 ribu atau setara Rp5,8 miliar dalam pameran Shanghai International Fisheries and Seafood Exposition (SIFSE) 2015.
"Dua perusahaan yakni PT Indokom Samudra Persada dan PT Samudra Mandiri Sentosa, merupakan dua perusahaan Indonesia yang telah banyak melakukan ekspor ke beberapa negara seperti Amerika Serikat, Eropa, Jepang, dan Timur Tengah, dan kini tengah menjajaki potensi pasar Tiongkok," kata Atase Perdagangan KBRI Beijing Dandy S. Iswara di Beijing, Selasa (1/9) waktu setempat seperti dinukil Antara.
Indonesia memamerkan variasi produk perikanan seperti ikan beku, udang beku, kepiting beku, udang dalam kaleng, dan ikan sardines kaleng di ajang Shanghai International Fisheries and Seafood Exposition (SIFSE) 2015 di Shanghai.
Menurut Dandy, Tiongkok merupakan pangsa pasar yang besar untuk produk apa pun, termasuk produk hasil perikanan. Produk hasil perikanan Indonesia seperti udang beku dan ikan tuna kaleng paling diminati selama pameran.
Pada 2014 Tiongkok mengimpor produk tersebut dari pasar dunia senilai US$1,56 miliar. Indonesia hingga April 2015 telah mengekspor produk pakan ternak dari ikan ke beberapa negara kecuali Tiongkok, dengan nilai US$3,34 juta.
Kantor Bea Cukai Tiongkok, mencatat Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai negara pengekspor hasil produk perikanan ke bagi Tiongkok.
Nilai ekspor produk hasil perikanan Indonesia ke Tiongkok selama Januari-Juli 2015 mengalami peningkatan 7,47 persen dibandingkan periode sama tahun lalu.
Pada Januari-Juli 2015 nilai ekspor hasil produk perikanan Indonesia ke Tiongkok tercatat US$140.114.729, atau lebih tinggi dibandingkan kurun waktu yang sama pada 2014 yang tercatat US$130.377.799. (Luh)
Baca Juga:
Tiongkok Tawarkan Bangun Stasiun di Halim
Kemendag Optimalkan Produk Berorientasi Ekspor
Buktikan Kebijakannya Benar, Menteri Susi Pamer Foto Tangkapan Nelayan