Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Mengamuk Dekati Level 6.000, Aksi Borong Saham Murah Selamatkan Muka Bursa Efek Indonesia

Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026

Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan perdagangan Kamis (25/6) sore berakhir perkasa, mengekor reli positif sejumlah bursa utama kawasan Asia. Redamnya harga minyak mentah dunia menjadi motor utama pendorong gairah beli pelaku pasar.

“Bursa Asia didominasi penguatan karena sentimen investor didukung oleh kemajuan upaya perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, membantu mendorong harga minyak kembali ke level sebelum konflik,”

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus.

Baca juga:

Dolar AS Kembali Menguat, Rupiah Nyaris Tembus Rp 18.000 pada Perdagangan Kamis (25/6)

Aliran Dana Asing Redam Sentimen Negatif

Laju positif pasar modal dalam negeri mendapat pasokan energi besar dari aksi borong portofolio keuangan. Kebijakan pelonggaran likuiditas perbankan dari China melalui People's Bank of China (PBoC) ikut mempertebal rasa percaya diri pasar ekuitas domestik.

Sentimen pelonggaran moneter tersebut sukses menutupi kabar buruk merosotnya peringkat daya saing nasional dalam World Competitiveness Ranking sebesar 21 peringkat.

Berikut rincian indikator pasar serta data pergerakan angka perdagangan saham:

Sektor Infrastruktur IDX-IC Pimpin Penguatan

Aksi borong saham murah memicu seluruh lini usaha bergerak naik tanpa perkecualian. Koreksi komoditas energi mengurangi risiko lonjakan biaya hidup, sekaligus membebaskan bank sentral dari tekanan kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

“IHSG menguat seiring kembali masuknya aksi beli investor memburu saham-saham murah setelah pasar menyentuh level terendah dalam dua pekan,” kata Maximilianus Nicodemus menjelaskan kondisi psikologis pasar.

Baca juga:

Rupiah Hampir Jebol ke Rp 18.000, IHSG Langsung Kejang-Kejang Masuk Zona Merah pada Penutupan Perdagangan Rabu (24/6)

Berdasarkan data klasifikasi Indeks Sektoral IDX-IC, sebelas lini industri kompak parkir di zona hijau. Sektor infrastruktur mencetak performa terbaik lewat lonjakan 3,89 persen, menyalip sektor kesehatan (naik 3,21 persen) serta barang konsumen primer (naik 2,89 persen).

Deretan emiten komoditas dan ritel berskala kecil mendominasi transaksi harian papan perdagangan sebelum lonceng penutupan berbunyi.

Baca Artikel Asli