Merahputih.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona hijau dengan mencatatkan penguatan tajam pada penutupan perdagangan Rabu (12/8) sore.
Aksi borong saham (bargain hunting) oleh para investor memicu lonjakan indeks usai memanfaatkan momentum koreksi pada dua hari perdagangan sebelumnya.
Baca juga:
Pasar Modal Merah Membara! IHSG Anjlok Ke Level 6.267 Menjelang Pengumuman Rebalancing MSCI
IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan melesat 105,97 poin atau 1,69 persen menuju posisi 6.373,85. Pergerakan positif ini turut mengerek kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,05 poin atau 1,29 persen ke level 633,84.
Para pelaku pasar melakukan bargain hunting memanfaatkan koreksi tajam indeks pada hari sebelumnya,
ujar Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta.
Nafan Aji Gusta menjelaskan faktor penyesuaian bobot saham Indonesia menjelang pengumuman resmi MSCI Inc. turut memengaruhi optimisme investor. Pasar menantikan Tinjauan Indeks Agustus 2026 sekaligus berharap adanya pembatalan status pembekuan (freeze) beberapa emiten lokal.
"Bisa jadi terdapat ekspektasi positif terhadap pencabutan status pembekuan (freeze) beberapa emiten," tegas Nafan Aji Gusta menambahkan analisis mengenai faktor pendorong indeks.
Dukungan Saham Konglomerasi dan Kepastian Moneter

Penguatan IHSG mendapat topangan kuat dari deretan saham konglomerasi pencetak top movers serta sektor komoditas dan teknologi. Selain sentimen teknis bursa, pengajuan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia (BI) memberikan kepastian arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar Rupiah.
Berikut adalah rincian data transaksi serta performa sektoral Bursa Efek Indonesia:
-
Nilai Total Transaksi: Perdagangan saham mencatatkan angka Rp17,35 triliun.
-
Volume dan Frekuensi Perdagangan: Sebanyak 32,68 miliar lembar saham berpindah tangan melalui 2.067.000 kali transaksi.
-
Sebaran Pergerakan Saham: Sebanyak 474 saham menguat, 185 saham melemah, dan 304 saham stagnan.
-
Sektor Penguat Utama: Sektor infrastruktur memimpin kenaikan sebesar 4,60 persen, diikuti sektor energi (3,22 persen) dan barang baku (2,27 persen).
-
Sektor Melemah: Sektor transportasi & logistik menjadi satu-satunya sektor tertekan dengan penurunan 0,23 persen.
-
Deretan Top Gainers: Saham EKAD, DART, TMPO, CUAN, dan CSMI mengantongi persentase kenaikan harga tertinggi.
-
Deretan Top Losers: Saham BAIK, AGAR, IKBI, DWGL, dan KJEN mengalami penurunan harga paling dalam.
Respon Pasar Global dan Bursa Asia
Sentimen mancanegara ikut memperkuat pergerakan bursa domestik seiring rilis data inflasi Amerika Serikat periode Juli 2026 diproyeksikan melandai ke level 3,4 persen year on year (yoy).
Proyeksi melandainya inflasi memperkuat ekspektasi bank sentral AS (The Fed) akan mengambil sikap dovish terkait suku bunga.
Baca juga:
Daya Beli Konsumen Melemah dan Gejolak Timur Tengah Memanas, IHSG Terjungkal Ke Zona Merah
Bursa saham regional Asia mencatatkan pergerakan bervariasi pada penutupan perdagangan. Indeks Nikkei Jepang menguat 0,99 persen ke posisi 67.630,00 dan indeks Kospi Korea Selatan melesat 3,68 persen ke level 6.579,04.
Sementara itu, indeks Shanghai China melemah 0,32 persen ke 3.946,68, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,83 persen ke 25.440,17, serta indeks Straits Times Singapura terkoreksi 0,58 persen ke posisi 5.720,75.