Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Siap Tembus Level 6.000, Dua Saham IPO Sukses Cetak ARA Saat Investor Asyik Nonton Piala Dunia

Angga Yudha Pratama - 2 jam, 9 menit lalu

Merahputih.com - Lantai bursa Jakarta memancarkan warna hijau cerah sejak menit pertama perdagangan dibuka. Deretan angka digital pada papan elektronik Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak dinamis, memberi sinyal optimisme baru bagi para pelaku pasar modal domestik.

Di tengah riuh rendah demam Piala Dunia 2026 serta musim liburan sekolah, pasar keuangan dalam negeri justru menunjukkan taji untuk merangkak naik menuju level psikologis baru.

Baca juga:

The Fed Kasih Angin Segar, IHSG Hari Ini Langsung Lompat ke Zona Hijau Tinggalkan Bayang-Bayang Defisit Dagang

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses membuka perdagangan Selasa (7/7) dengan lompatan 17,50 poin atau naik 0,30 persen menuju posisi 5.933,57. Langkah positif ini searah dengan kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 1,60 poin atau 0,27 persen ke posisi 586,08.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan dan menguji level 6.000,

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim.

Dua Saham IPO Pimpin Sektor Domestik

Aksi korporasi dalam negeri menjadi motor penggerak utama gairah pasar hari ini. Dua perusahaan baru resmi melantai di bursa langsung mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Fenomena ini menjadi angin segar setelah aktivitas perdagangan Senin (6/7) kemarin cenderung sepi akibat dominasi investor lokal memakai strategi wait and see.

Aktivitas perdagangan awal pekan kemarin mencatat total volume lebih dari 19,6 miliar lembar saham senilai Rp9,4 triliun. Angka transaksi tersebut merosot tajam jika membandingkan rata-rata harian BEI sekitar 41 miliar lembar saham dengan nilai transaksi Rp24 triliun.

Selain maraknya aksi IPO tanpa kepastian katalis positif besar, faktor eksternal non-ekonomi ikut memengaruhi psikologis pasar.

Ilustrasi

"Selain itu musim liburan anak sekolah dan sedang berlangsungnya Piala Dunia 2026 diperkirakan juga berpengaruh terhadap volume perdagangan," tutur Ratna.

Sentimen positif lain datang dari rilis estimasi kebutuhan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) periode 2027 sebesar Rp174 triliun. Angka ini memotong proyeksi awal sebesar Rp268 triliun berkat rasionalisasi titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari 27 ribu menjadi 21 ribu unit untuk melayani 84 ribu siswa.

"Jika anggaran program tersebut dapat diturunkan, maka dapat mengurangi tekanan terhadap defisit APBN dan diperkirakan akan direspon positif oleh pasar," ungkap Ratna.

Saham Sektor Teknologi Global Rebound

Kondisi eksternal ikut meniupkan angin segar setelah bursa kawasan Asia mencetak rekor tertinggi baru. Kebangkitan saham-saham sektor semikonduktor atau chip berhasil mengakhiri tren koreksi selama dua pekan terakhir akibat aksi ambil untung (profit taking).

Meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah mengembalikan fokus penuh pelaku pasar dunia pada ekspansi bisnis kecerdasan buatan (AI).

"Saham-saham chip, pendorong utama booming AI, berada di bawah tekanan selama dua minggu terakhir akibat kekhawatiran perdagangan AI menguat terlalu cepat," jelas Ratna.

Baca juga:

IHSG Terbang Tinggi Jelang Akhir Pekan, Ratusan Emiten Kompak Menghijau Dongkrak Indeks LQ45

Rangkuman data indikator ekonomi serta penutupan bursa global-regional terkini:

Baca Artikel Asli