Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

IHSG Hari Ini Longsor ke Level 5.801 Bareng Indeks Saham LQ45, Rupiah Keok Dekati Rp18.000 Per Dolar AS

Angga Yudha Pratama - Selasa, 30 Juni 2026

Merahputih.com - Layar pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) langsung memerah sejak bel pembukaan perdagangan, Selasa (30/6). Angin buritan sentimen negatif tampak menerpa pasar modal domestik, memaksa para pelaku pasar menahan napas dalam-dalam.

Tren pelemahan ini menjadi pukulan beruntun setelah nilai tukar rupiah hari ini juga ikut terjungkal menghadapi tekanan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Baca juga:

IHSG Hari Ini Terjebak Fase Konsolidasi, Ramalan Purbaya Yudhi Sadewa Soal Ekonomi 8 Persen Picu Perdebatan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung kehilangan tenaga pada menit-menit awal perdagangan hari Selasa. Koreksi melanda sebagian besar sektor saham, termasuk kelompok saham berkapitalisasi besar. IHSG dibuka melemah 19,34 poin atau 0,33 persen ke posisi 5.801,45.

Saham Unggulan LQ45 Ikut Rontok

Kelesuan pasar modal Jakarta pagi ini sejalan dengan rontoknya saham-saham jajaran elit berlikuiditas tinggi. Investor cenderung melakukan aksi ambil untung demi mengamankan aset di tengah ketidakpastian pasar global.

Ilustrasi

Data lengkap pergerakan instrumen keuangan pasar modal domestik pada pembukaan pagi ini:

Dolar AS Menekan Mata Uang Garuda

Tekanan eksternal membuat posisi mata uang Garuda sulit keluar dari zona merah pada perdagangan jangka pendek. Keperkasaan dolar AS menuntut kewaspadaan tinggi dari Bank Indonesia selaku pemegang otoritas moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar.

Baca juga:

DEN Sebut Fundamental Ekonomi RI masih Kuat meski Rupiah Melemah

Nilai tukar rupiah pada Selasa pagi bergerak melemah menjadi Rp17.883 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.851 per dolar AS.

Para analis pasar modal memprediksi pergerakan IHSG masih akan mengalami fluktuasi tinggi sepanjang hari ini. Investor disarankan mengamati pergerakan volume perdagangan pasar modal secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi skala besar.

Baca Artikel Asli