[HOAKS atau FAKTA]: Penularan Virus Super Flu Dinilai Lebih Cepat dan Berbahaya dari COVID-19

Sabtu, 10 Januari 2026 - Soffi Amira

MerahPutih.com - Virus 'Super Flu' kini tengah menjadi sorotan usai penyebarannya yang mulai meluas di Tanah Air.

Virus ini menjadi perhatian pada awal tahun, karena memiliki kemampuan penularan yang lebih cepat dibandingkan flu musiman biasa.

Baru-baru ini, beredar unggahan di media sosial yang mengklaim virus super flu telah masuk ke Indonesia dan memiliki gejala yang lebih parah dibandingkan COVID-19.

Unggahan tersebut dibuat oleh akun Facebook bernama “Chieka Zhee."

“2026 Virus Baru..!! Super Flu Sudah Masuk Indonesia, Gejala Lebih Berat Dari COVID-19,” demikian narasi yang dituliskan dalam unggahan tersebut.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Bahlil Asyik Berjoget di Tengah Duka Korban Bencana Sumatra

FAKTA

Mengutip situs resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, super flu, yang termasuk dalam keluarga virus influenza A H3N2 subclass K, bukanlah virus baru.

Virus ini telah lama dikenal dan dipantau oleh sistem surveilans global, termasuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data Kemenkes RI pada akhir Desember 2025 mencatat, adanya 62 kasus influenza A H3N2 subclass K yang tersebar di delapan provinsi.

Jumlah kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak. Meski begitu, Kemenkes menegaskan bahwa situasi influenza A H3N2 subclass K masih berada dalam kondisi terkendali, kemudian tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan clade maupun subclade influenza lainnya.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Menkeu Purbaya Memohon ke Presiden Prabowo Agar Sahkan RUU Perampasan Aset dan Segera Hukum Mati Koruptor

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan, virus super flu yang tengah ramai bicarakan saat ini bukan penyakit baru dan tidak menimbulkan ancaman serius seperti COVID-19.

Menurutnya, virus ini memang memiliki penularan yang cepat, tetapi risiko kematiannya sangat rendah.

Berdasarkan penilaian WHO dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A (H3N2) subclass K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan.

Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan.

Baca juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelusuran fakta, klaim yang menyebut virus super flu H3N2 lebih parah dibandingkan COVID-19 merupakan klaim yang salah dan menyesatkan. (knu)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan