MerahPutih.com - Pesan berantai berisikan catatan suara (voice note) yang mengeklaim bahwa telah terjadi penggembosan suara calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan beredar di media sosial WhatsApp.
NARASI
Pesan itu disebut diambil di Pondok Pesantren (Ponpes) Darullughah Wadda'wah (Dalwa) Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Berdasarkan pesan tersebut, penggembosan dilakukan dengan cara membatasi kuota hak pilih menjadi 150 hak pilih dari sebelumnya terdapat 2700 hak pilih di tahun 2019.
Baca juga:
FAKTA
Klaim yang dimuat dalam pesan berantai tersebut tidaklah benar.
Melansir turnbackhoax.id, setelah penelusuran dengan menghubungi langsung Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Ponpes Dalwa memang tidak mendirikan Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus karena ;trauma' ketika mendirikan TPS khusus pada 2019.
Sebanyak 1.300 santri dari Ponpes Dalwa juga telah mengurus pindah memilih di TPS sekitar ponpes. Ponpes Dalwa juga menyatakan akan memulangkan santrinya agar dapat menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
KESIMPULAN
Informasi yang beredar tersebut dipastikan hoaks. Sebab tak ada bukti informasi valid adanya upaya penggembosan terhadap suara Anies di pesantren tersebut. (knu)
Baca juga:
[HOAKS atau FAKTA] : Anies Minta Pendukungnya Coblos Prabowo-Gibran