MerahPutih.com - Indonesia sepakat menjalin kerja sama pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) baru untuk TNI dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris.
"Termasuk pengadaan alutsista dan penguatan industri pertahanan, transisi energi dan pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur dan transportasi hingga pendidikan dan ekonomi kreatif," kata Prabowo, dalam rilis resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI diterima di Jakarta, Rabu (15/4).
Baca juga:
Prabowo Bakal Buka-bukaan ke Presiden Prancis, Tegaskan Posisi RI di Konflik Iran Vs AS
Prancis Mitra Strategis RI
Prabowo menekankan Prancis merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa dalam pengembangan kerja sama bilateral yang lebih luas dan berkelanjutan.
Tak hanya alutsista dan industri pertahanan, Indonesia dan Prancis juga akan menjalin kerja sama strategis di sektor ransisi energi, pengembangan energi baru terbarukan, infrastruktur, transportasi, pendidikan, hingga ekonomi kreatif.
"Indonesia terus mendorong kerja sama berkelanjutan dengan Prancis guna membuka peluang kolaborasi baru yang semakin konkret dan saling menguntungkan bagi kedua negara,” tandas Prabowo, dilansir Antara.
Prabowo tiba di Paris pada Senin (13/4) pukul 23.50 waktu setempat setelah sebelumnya menuntaskan agenda diplomatik bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow, Rusia.
Baca juga:
Putin Undang Lagi Prabowo ke Rusia Bulan Depan dan Juli 2026
Guard of Honor Prancis Sambut Prabowo
Di Istana Elysee sendiri kedatangan Presiden Prabowo disambut pasukan kehormatan (guard of honor) Prancis, yang memberi penghormatan disertai iringan instrumen dari satuan musik.
Presiden Macron, yang sempat menunggu di teras Istana Elysee kemudian berjalan menghampiri tamunya di pelataran mengajak rombongan Prabowo masuk ke dalam.
Bagi Prabowo, kunjungan kenegaraan ke Prancis ini merupakan yang kedua tahun ini. Pada Januari lalu, Presiden Prabowo memenuhi undangan dari Presiden Macron. Keduanya bertemu selama 2,5 jam di Istana Élysée, yang disertai dengan jamuan makan malam. (*)