Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Minyak Dunia Turun, Harga BBM Nonsubsidi Harus Diturunkan Juga

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Juni 2026

MerahPutih.com - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, telah memukul daya beli masyarakat. Namun, seiring dengan menurunya pelemahan harga minyak mentah di pasar global dan menguatnya rupiah, maka BBM nonsunsidi harus kembali disesuaikan.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai penurunan harga, dinilai dapat meringankan beban masyarakat, terutama kelompok kelas menengah yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.

Faisal mengatakan, harga BBM nonsubsidi pada dasarnya mengacu pada mekanisme pasar atau floating, sehingga perubahan harga seharusnya mengikuti perkembangan harga minyak mentah internasional.

Harga minyak mentah dunia saat sekitar USD 70-an per barel. Bahkan minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) itu sudah USD 68 per barel, mestinya (harga BBM nonsubsidi) turun.

“Ini juga akan membantu permasalahan-permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat konsumen di Indonesia terutama kaitannya dengan penurunan kelas menengah misalnya,” ujar Faisal kepada wartawan di Jakarta dikutip Senin (28/6).

Ia menyebut, harga minyak mentah dunia saat ini berada di kisaran USD 70 per barel, bahkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) sempat berada di level sekitar USD 68 per barel.

Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi dasar yang kuat untuk melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi dan membedakan mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi dengan BBM bersubsidi.

“Menurut saya jangan berlama-lama, jadi semestinya juga dalam waktu dekat (harga BBM nonsubsidi) itu sudah bisa diturunkan semestinya, karena pada dasarnya dia floating, jadi harus diturunkan, apalagi kalau kemudian nanti stabil artinya stabil terus di kisaran USD 70 per barel maka sudah waktunya untuk diturunkan,” katanya.

Harga BBM bersubsidi ditentukan berdasarkan kebijakan pemerintah karena melibatkan anggaran subsidi, sedangkan BBM nonsubsidi mengikuti dinamika pasar. Penurunan harga dapat segera direalisasikan apabila harga minyak dunia tetap bertahan di level saat ini, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Per Senin (29/6) harga Pertamax (RON 92) dijual Rp 16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 (RON 95) dipasarkan Rp 17.000 per liter. Adapun Pertamax Turbo (RON 98) dibanderol Rp 20.750 per liter, Dexlite (CN 51) Rp 23.000 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp 24.800 per liter.

Baca Artikel Asli