MerahPutih.com - Inflasi pada Mei 2024 tercatat sebesar 2,84 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), melandai dari inflasi April 2024 yang sebesar 3,0 persen (yoy).
Secara bulanan, pada Mei 2024 tercatat deflasi 0,03 persen (month-to-month/mtm) didorong oleh melandainya harga pangan serta tarif transportasi seiring normalisasi permintaan pasca Idul Fitri 2024.
Inflasi inti meningkat mencapai 1,93 persen (yoy), naik dari bulan lalu yang tercatat 1,82 persen (yoy), menunjukkan daya beli yang masih terjaga. Adapun inflasi harga diatur pemerintah (administered price) cenderung stabil.
Pemerintah menyatakan akan terus memantau harga pangan, meski kini dalam level melandai demi tetap menjaga inflasi dalam kondisi terkendali.
Baca juga:
HET Beras Premium Rp 14.900 Per Kilogram di Jawa Diperpanjang
“Meskipun harga sudah mulai melandai, pemerintah terus konsisten dalam mengantisipasi risiko gejolak harga ke depan, terutama karena tantangan cuaca ekstrem,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu.
Inflasi harga pangan bergejolak (volatile food) pada Mei 2024 mengalami penurunan dibandingkan level pada April 2024, yakni menjadi 8,14 persen dari 9,63 persen.
Febrio meyakini, penurunan itu dipengaruhi oleh berbagai kebijakan stabilisasi pangan serta adanya aktivitas panen.
"Berbagai kebijakan terus dilaksanakan, antara lain intervensi harga, stabilisasi pasokan, dan meningkatkan kelancaran distribusi guna mendukung pencapaian target inflasi volatile food di bawah 5 persen serta terkendalinya inflasi hingga di tingkat daerah,” ujar dia.
Baca juga:
Bulog Amankan Stok 1,81 Juta Ton Beras Untuk Kebutuhan Idul Adha
Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,40 pada April 2024, menjadi 106,37 pada Mei 2024. Beras memberikan andil terbesar terhadap deflasi bulanan sebesar 0,15 persen.