Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Harga Ayam dan Telur di Peternak Anjlok, Bapanas Lakukan Intervensi

Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 20 Mei 2026

MerahPutih.com - Harga ayam di tingkat produsen sampai 17 Mei 2026, rata-rata harga secara nasional untuk ayam pedaging hidup berada di Rp 22.783 per kilogram (kg) atau 8,87 persen di bawah HAP yang ditetapkan di Rp 25.000 per kg. Sementara telur ayam ras berada di Rp 24.356 per kg atau 8,09 persen di bawah HAP Rp 26.500 per kg.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah terus melakukan intervensi harga dari hulu hingga hilir guna mencegah deflasi lebih dalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras di tingkat peternak nasional.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan, langkah intervensi dilakukan untuk menjaga keseimbangan harga agar tetap wajar bagi peternak maupun konsumen di tengah penurunan harga saat ini.

"Supaya tak terjadi deflasi yang terdalam pada komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, pemerintah terus bergerak melaksanakan intervensi mulai dari hulu sampai hilir," kata Ketut di Jakarta, Selasa (20/5).

Baca juga:

Harga Pangan Hari Ini: Daging Ayam Naik, Cabai Rawit Tembus Rp60 Ribu

Harga ayam ras hidup dan telur ayam ras di tingkat peternak telah berada sekitar 8 persen di bawah harga acuan pembelian (HAP) yang ditetapkan pemerintah. Kondisi tersebut mulai dikeluhkan para peternak karena dapat menekan keuntungan usaha mereka.

Pemerintah berupaya mengembalikan harga ke level yang lebih wajar melalui berbagai langkah stabilisasi agar produksi peternakan nasional tetap terjaga dan peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan.

Selain menjaga keseimbangan harga, intervensi tersebut juga dilakukan untuk menjaga stabilitas pangan nasional serta menghindari tekanan deflasi yang lebih dalam pada kelompok komoditas pangan strategis.

Ini teman-teman (peternak) sudah berteriak. Ini yang akan kami dorong juga mengembalikan (kewajaran). Ini di bawah HAP tapi harus naikkan lagi, tentu akan berdampak pada Indeks Perkembangan Harga (IPH),

jelas Ketut.

Baca Artikel Asli