Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Dunia

Harapan Nurudin Kepada Menag: Jangan Putus Doanya Ya Pak

Noer Ardiansjah - Sabtu, 12 September 2015

MerahPutih Timur Tengah - Cerita haru korban insiden crane (alat pengangkat pada konstruksi) jatuh di Masjidil Haram, disampaikan petugas haji dari Mekah. Saat itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengunjungi korban luka-luka di rumah sakit setempat. Menag berbincang-bincang dengan salah satu korban dari jemaah haji Indonesia di halaman rumah sakit.

Berikut redaksi merahputih.com menyampaikan kembali cerita tersebut dengan mengutip langsung cerita seperti dirilis situs web Kementerian Agama, kemendag.com, dan melakukan perbaikan yang diperlukan, hari ini, Sabtu (12/9).

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengambil langkah cepat dengan mengunjungi korban musibah crane jatuh di Masjidil Haram. Bersama Konjen RI Dharmakirty Sailendra Putra, Menag berkunjung ke Rumah Sakit An-Noor, Aziziah Janubiyah, Mekah, Jumat (11/09).

Sesampainya di halaman depan RS An-Noor, Menag bertemu dengan Nurudin, salah satu korban asal Surabaya, Jawa Timur, yang mengalami luka di kepalanya. Kepala Nurudin dibalut perban setelah mendapatkan perawatan dari RS An-Noor dan dipersilakan untuk melakukan rawat jalan dua hari kemudian.

“Laa ilaaha illallah, Muhammadur-Rasulullah. Alhamdulillah, saya selamat,” tutur Nurudin sembari memeluk erat Menag dengan suara parau yang tertahan.

Menag menyambut hangat pelukan Nurudin sembari berdoa semoga lekas sembuh. Kepada tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daker Makkah, Menag meminta agar Nurudin yang tergabung dalam SUB 21 itu bisa diantar sampai ke pemondokannya di wilayah Raudlah (516). “Tolong dia antar ya!” pinta Menag.

Mobil Media Center Haji (MCH) Daker Makkah pun beroleh kehormatan mengantar tamu Allah yang sedang tertimpa musibah. “Pondok saya dekat sini, di sektor lima, Pak,” kata Nurudin.

“Jangan putus doanya ya, Pak. Tolong buat kami semua ya,” harap Nurudin sembari lembut mengelus dada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram terjadi pada Jumat (11/09) sore bersamaan dengan hujan deras yang disertai angin kencang, menelan sejumlah korban. Beberapa bagian bangunan yang tertimpa crane rusak. Setelah sempat ditutup untuk evakuasi dan pembersihan, tidak lama setelah kejadian Masjidil Haram dibuka kembali sehingga jemaah bisa menjalankan ibadah haji sebagaimana biasanya.

Keadaan sudah kembali normal. Harapan besar dari jamaah agar masyarakat Indonesia ikut mendoakan para jemaah haji yang saat ini berada di Tanah Suci sebagai tamu-tamu Allah Yang Maha Rahman. Semoga pelaksanaan haji berjalan lancar dan seluruh jamaah bisa kembali pulang ke Tanah Air dengan selamat sembari membawa kemabruran. Amin.

Baca Juga

Berikut Daftar Nama Korban Jatuhnya Crane di Masjidil Haram

Pembangunan Masjidil Haram dari Masa Ke Masa

Korban Jatuhnya Crane di Masjidil Haram Jadi 107 Orang

 

Baca Artikel Asli