MerahPutih.com - Hankook dan Formula E kembali ke kancah balap di Sao Paulo, Brasil. Suhu panas dan perbedaan permukaan lintasan di kota tersebut menjadi tantangan bagi Hankook iON Race, ban resmi Kejuaraan Dunia Formula E FIA, di sirkuit jalan raya.
Hankook Director Motorsport Manfred Sandbichler menjelaskan suhu kota tersebut akan mencapai 30 derajat Celsius seperti tahun lalu. Ditambah, lintasan non-permanen terdiri dari jenis aspal berbeda. Maka dari itu, pembalap membutuhkan ban berkualitas agar lancar melintas.
Baca juga:
"Produk premium kami Hankook iON Race, terbukti memberikan dukungan maksimal kepada pembalap di lintasan seperti ini, dengan keandalan dan cengkraman tinggi. Kami sangat menantikan penampilan Formula E kedua di Brasil dan siap untuk menikmati atmosfer yang luar biasa para penggemar di tribun," ujar Sandbichler, dalam siaran pers yang diterima merahputih.com, Kamis (14/3).
Pembalap asal Brasil, Lucas di Grassi (ABT Cupra Formula E Team) dan Sergio Sette Camara (ERT Formula E Team) akan menjadi pusat perhatian yang membangkitkan semangat penonton.
Baca juga:
Sementara itu, Nick Cassidy dari Jaguar TCS Racing Team Selandia Baru akan memimpin kejuaraan dengan 57 poin ketika tiba di Brasil. Cassidy akan bersaing ketat dengan rival terdekatnya, Pascal Wehrlein dari Jerman (38 poin/TAG Heuer Porsche Formula E Team) dan Jean-Éric Vergne (33 poin/DS Penske) dari Prancis.
Tahun lalu, penonton di São Paulo disuguhi pertunjukan dramatis ketika Mitch Evans dari Selandia Baru (Jaguar TCS Racing) merebut kemenangan setelah pertarungan sengit dan banyak pergantian posisi.
"Balapan ini merupakan tantangan besar bagi ban Hankook karena sirkuitnya sangat cepat dan panas. Kami sadar harus menemukan pengaturan yang tepat untuk menjaga konsistensi sepanjang balapan. Dan hari ini, kami berhasil melakukannya dengan sangat baik. Saya sungguh senang," ujar Mitch Evans. (ikh)
Baca juga:
Formula E 2024 di Jakarta Batal, Pj Heru: Karena Situasi Politik