Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Habitat for Humanity Soroti Tantangan Hunian Layak, ini Temuan Riset di Indonesia

Soffi Amira - Senin, 02 November 2026

MerahPutih.com - Sebanyak 250 relawan Habitat for Humanity Indonesia terlibat dalam kegiatan 28UILD 2026 dengan melakukan berbagai aksi, mulai dari pengecatan, penanaman pohon, hingga pembuatan lubang biopori untuk mendukung resapan air di wilayah Bogor dan Gresik, Sabtu (31/10).

Berbagai aktivitas tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keseimbangan lingkungan demi mendukung terwujudnya hunian yang layak.

Pasalnya, akses terhadap hunian layak masih menjadi tantangan bagi jutaan keluarga di Indonesia. Secara nasional, kebutuhan rumah untuk mengatasi backlog perumahan diperkirakan mencapai sekitar 9,9 juta unit.

Sementara itu, sebanyak 17,8 persen rumah tangga menghadapi beban biaya perumahan yang tinggi. Selain itu, 19,4 persen penduduk perkotaan tinggal di kawasan kumuh atau permukiman informal.

Baca juga:

Kolaborasi Habitat for Humanity dan Pemkab Sragen Dorong Hunian Layak bagi 101 Keluarga

Tantangan tersebut juga tercermin dalam riset global Habitat for Humanity bertajuk Home at What Cost? yang dilakukan Habitat for Humanity International di 22 negara dengan melibatkan total 30.758 responden.

Sementara di Indonesia, riset tersebut menemukan bahwa 73 persen responden mengaku harus mengurangi pengeluaran untuk aspek kehidupan lain dalam setahun terakhir demi memenuhi biaya perumahan.

Sebanyak 49 persen responden mengkhawatirkan situasi tak terduga yang dapat mengancam keberlangsungan mereka dalam memiliki atau menempati rumah. Sementara itu, 41 persen merasa cuaca ekstrem menyulitkan mereka untuk merasa aman di tempat tinggalnya.

Melalui 28UILD, kami ingin mengajak generasi muda menyadari bahwa setiap orang dapat berperan dalam mewujudkan hunian layak. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi, aksi sederhana dapat menjadi bagian dari perubahan yang lebih besar,

ujar Direktur Nasional Habitat for Humanity Indonesia, Handoko Ngadiman, Senin (2/11)

28UILD Libatkan Lebih dari 250 Relawan Sejak 2012

Memasuki penyelenggaraan ke-13 sejak pertama kali digelar pada 2012, 28UILD terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk terlibat dalam upaya mewujudkan hunian layak.

Sampi 2026, kegiatan ini telah melibatkan lebih dari 250 relawan dan membantu lebih dari 500 keluarga di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Tangerang, Bogor, Gresik, Yogyakarta, dan Batam.

Baca juga:

Pemprov DKI Perluas Akses Hunian Layak lewat Pembiayaan Rumah

Salah satu relawan yang mengikuti 28UILD 2026, Aisha, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberinya pengalaman untuk memahami pentingnya kepedulian terhadap hunian dan lingkungan.

Ia mengaku baru pertama kali mengikuti 28UILD dan mendapatkan pelajaran bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana.

Saya juga baru menyadari bahwa masih banyak keluarga di Indonesia yang kesulitan mengakses rumah layak, dan penting bagi kita generasi muda untuk menyuarakan isu rumah layak huni bagi semua.

kata Aisha

Kampanye Let's Open the Door Dorong Aksi Generasi Muda

Sebagai bagian dari peringatan 50 tahun Habitat for Humanity secara global, kampanye Let's Open the Door mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadi penggerak perubahan.

Kampanye ini mendorong generasi muda membuka pintu menuju kesadaran, kolaborasi, dan aksi nyata dalam menjawab berbagai tantangan perumahan.

Selain menghadirkan aksi kerelawanan, 28UILD 2026 juga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas dan gagasan anak muda dalam menyuarakan pentingnya hunian layak.

Sejumlah karya dari rangkaian kompetisi Let's Open the Door turut ditampilkan sebagai bagian dari kegiatan tersebut. (Asp)

Baca Artikel Asli