MerahPutih.com - Kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) menuai sorotan kritik pedas. Meski menghabiskan anggaran puluhan triliun rupiah, masih saja terjadi persoalan, bahkan nyawa ratusan petugas sampai melayang.
"Anggaran KPU untuk penyelenggaraan pemilu itu cukup besar, kurang lebih Rp25 triliun sekian, sehingga harapannya KPU melaksanakan Pemilu ini penuh tanggung jawab," kata Dekan Fakultas Hukum Universitas Nasional, Ismail Rumadan, di Jakarta, Jumat (26/4).
Ismail mengungkapkan wajar saja jika persiapan KPU saat menggelar hajatan pesta demokrasi serentak lima tahunan patut dipertanyakan. Terlebih, lanjut dia, dengan anggaran yang besar seharusnya pemilu 2019 berlangsung tanpa cela.
"Mestinya dana yang begitu besar itu berimbang atau sebanding dengan proses penyelenggaraan pemilu yang baik dan berjalan dengan lancar," tutur dia.
Namun, Ismail menyesalkan masih ditemukan sejumlah persoalan pada Pemilu 2019 yang sangat elementer, misalnya penyiapan kotak suara, data pemilih hingga pada penghitungan suara.
Menurut Ismail, persoalan paling memprihatikan adanya ratusan petugas KPPS yang meninggal akibat kelelahan. Karena itu, kata dia, wajar apabila masyarakat menghendaki agar KPU segera diaudit dalam penggunaan anggaran.
"Ini tentu kondisi kemanusiaan dan perlu mendapat perhatian serius, karena mereka di bawah yang menjadi korban ini mewakafkan diri untuk kepentingan negara dan kelancaran demokrasi," tutup pakar hukum Unas itu. (*)