Habib Bahar Hina Jokowi, Cak Imin Ingatkan Umat untuk Selektif Pilih Ulama atau Ustaz
Jumat, 30 November 2018 -
MerahPutih.Com - Kasus dugaan ujaran kebencian yang dilontarkan Habib Bahar bin Smith kepada Presiden Jokowi menghebohkan khayalak ramai. Muannas Alaidid bahkan melaporkan Habib Bahar ke Polda Metro Jaya.
Menanggapi cemarah agama yang kerap terselip ujaran kebencian, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengingatkan umat untuk lebih selektif dalam mencari dan mengikuti ulama, habaib dan ustaz.
"Ya kayak model-model gitu tuh ingin populer, pengalaman emosinya belum stabil sehingga tidak layak diikuti, masyarakat atau publik harus pintar memilih habib ulama yang benar ilmunya," kata Muhaimin kepada awak media di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, Kamis (29/11) kemarin.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini juga mengingatkan, jelang Pileg dan Pilpres semakin banyak yang mengaku-ngaku sebagai gus, habib dan ustaz. Oleh karena itu, harus diantisipasi dan masyarakat harus mengikuti kiai, ulama yang benar-benar ilmu agamanya dalam.
"Kedalaman ilmu agama menjadi sarat. Kalau kedalaman ilmunya pas-pasan, bahaya. Orang menyalahkan orang lain, dan sebagainya," tutur Cak Imin.
Dia mengimbau, para tokoh agama ikut menyejukkan suasana politik yang mulai menghangat melalui dakwah agama yang merangkul bukan memukul, yang mengajak bukan menginjak dan yang mencintai sesama.
"PKB sendiri mulai menginventarisir, mengorganisir melakukan pertemuan, halaqah, agar kita semua tidak terjebak dalam permusuhan. Halaqah itu diskusi antar ulama sampai tingkat kecamatan," ucapnya.
Sebelumnya, diberitakan sejumlah pihak melaporkan Habib Bahar Bin Smith ke pihak yang berwajib terkait isi ceramahnya yang dinilai mengandung penghinaan terhadap kepada negara, Presiden Jokowi.
Di antara yang ikut melapor adalah Jokowi Mania atau Joman. Relawan Jokowi Mania (Jo-Man) mendatangi Mapolda Metro Jaya untuk melaporkan Habib Bahar Bin Ali Bin Smith atas kasus dugaan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai simbol negara. Habib Bahar dilaporkan karena ceramahnya yang disebut-sebut mengandung unsur ujaran kebencian.(Fdi)
Baca berita menarik lainnya dalam artikel: BSSN Berikan 8 Tips Deteksi Berita Hoax