Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

47 Tewas 9 Ribu Mengungsi, Gubernur NTT Tetapkan Status Darurat Hingga 28 Agustus

Wisnu Cipto - Minggu, 16 Agustus 2026

MerahPutih.com - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), memaksa pemerintah provinsi menetapkan status tanggap darurat bencana.

Penetapan status dituangkan dalam Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang ditetapkan di Kupang pada 15 Agustus 2026.

Baca juga:

Korban Gempa Dahsyat NTT Masih Terus Bertambah: 47 Tewas, Pengungsi 9 Ribu Orang

Status Tanggap Darurat untuk Percepatan Penanganan

Warga
Warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan/sth/wpa.

Kepada media, Minggu (16/8), Gubernur NTT Melki Laka Lena menjelaskan penetapan status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026, demi mempercepat penanganan korban dan kerusakan.

Dengan status ini, Pemprov NTT bersama pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, dunia usaha, dan masyarakat dapat memperkuat langkah penanganan secara cepat, tepat, terpadu, dan terkoordinasi.

Keselamatan masyarakat dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini,

Gubernur NTT Melki Laka Lena

Data Korban, Pengungsi, dan Kerusakan Bangunan

Hingga Minggu (16/8), BNPB mencatat 47 orang meninggal dunia, 101 luka-luka, dan 9.290 warga mengungsi. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka (3.356 jiwa) dan Manggarai (2.078 jiwa).

Di Sikka, 1.356 jiwa mengungsi di GOR Samador, sementara 2.000 jiwa lainnya bertahan di 10 titik pengungsian mandiri. Ratusan warga juga dilaporkan mengungsi di Nagekeo, Kota Bima (NTB), hingga Kepulauan Selayar (Sulsel).

Hingga kini tercatat 914 rumah rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan akibat gempa. Puluhan fasilitas publik terdampak, termasuk 93 sekolah, 36 fasilitas kesehatan, dan 38 kantor pemerintahan.

Baca juga:

Gempa 7,7 SR Guncang NTT, DPR Tuntut Respons Kilat Pemerintah

Sebaran Korban Tewas Gempa NTT Hingga Minggu (16/8)

Tim
Tim SAR melakukan evakuasi korban yang tertimbun di Maumere. (ANTARA/HO-Sar Maumere)

Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban jiwa terbanyak. BNPB mencatat 47 korban meninggal dunia dengan sebaran:

(*)

Baca Artikel Asli