MERAHPUTIH.COM — PERDANA Menteri Italia Giorgia Meloni telah mengajukan hak merek (trademark) atas suaranya. Hal itu dilakukan sebagai langkah untuk melindungi dirinya dari ancaman pemalsuan berbasis kecerdasan buatan (AI deepfakes). Permohonan ke Kantor Kekayaan Intelektual Uni Eropa (EUIPO) tersebut diajukan pada Senin (5/10) dan dapat ditemukan di situs web mereka. Kantor perdana menteri juga mengonfirmasi pengajuan tersebut.
Sebagai bagian dari permohonan tersebut, Meloni merekam audio berdurasi empat detik dengan ia mengucapkan ‘Io sono Giorgia’ (saya Giorgia Meloni) dalam bahasa Italia sebanyak dua kali.
Meloni bukanlah satu-satunya tokoh yang mendaftarkan perlindungan atas identitasnya dari penggunaan tanpa izin oleh platform AI. Pada Januari, aktor AS Matthew McConaughey memelopori langkah ini dengan mendaftarkan merek dagang atas citra diri dan suaranya.
Penyanyi Taylor Swift melakukan hal serupa pada April dengan mengajukan tiga permohonan merek dagang di AS. Satu permohonan menggunakan foto dirinya di atas panggung selama Eras Tour, dan dua lainnya berupa klip audio saat ia memperkenalkan dirinya ketika mempromosikan album terakhirnya.
Baca juga:
Giorgia Meloni Jadi Perdana Menteri Wanita Pertama di Italia
Pernah Jadi Korban Deepfake Pornografi
Kloning suara (voice clones) dibuat dengan melatih sistem AI menggunakan rekaman suara orang asli. Versi cepat dapat dibuat hanya dari beberapa detik audio, tetapi tiruan berkualitas tinggi cenderung membutuhkan rekaman hingga berjam-jam.
Keputusan Meloni untuk mematenkan suaranya sebagai merek dagang dilakukan menjelang pemilihan umum Italia tahun depan. Frasa ‘Io sono Giorgia’ merupakan judul autobiografi Meloni pada 2021 dan sangat melekat dengan kampanye-kampanye politik sang perdana menteri.
Pada 2024, Meloni menuntut ganti rugi sebesar 100.000 euro sekitar Rp 2,01 miliar setelah video porno deepfake yang menampilkan dirinya diunggah ke internet.
Gambar deepfake adalah citra wajah seseorang yang ditempelkan secara digital ke tubuh orang lain. Dalam beberapa tahun terakhir, konten porno deepfake makin marak di internet dan para korban telah bersuara mengenai trauma yang ditimbulkan.
Pada Mei tahun ini, Meloni memperingatkan bahaya deepfake ketika beberapa gambar hasil rekayasa AI yang menampilkan dirinya mengenakan pakaian dalam beredar luas di internet.
"Namun, intinya melampaui diri saya pribadi. Deepfake merupakan alat yang berbahaya karena dapat menipu, memanipulasi, dan menyerang siapa saja. Saya dapat membela diri saya sendiri. Namun, banyak orang lain yang tidak bisa,” kata Meloni dalam sebuah unggahan media sosial.(dwi)
Baca juga: