GMPG: Penunjukan Aziz Syamsuddin Permalukan Golkar dan DPR
Minggu, 10 Desember 2017 -
MerahPutih.com - Inisiator Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG) Ahmad Doli Kurnia menyebut penunjukan Politisi Partai Golkar Aziz Syamsuddin sebagai Ketua DPR oleh Setya Novanto telah mempermalukan partai berlambang pohon beringin serta DPR.
"Menurut saya itu tindakan yang dilakukan oleh oknum politisi Partai Golkar yang mempermalukan Golkar dan DPR," kata Doli di acara Sarasehan Nasional : Merumuskan Pembaharuan dan Kebangkitan Partai Golkar, di Manhattan Hotel, Kuningan, Jakarta, Minggu (9/12).
Doli menilai, sebagai lembaga tinggi negara, DPR akan menjadi sorotan publik jika masih diatur oleh Setnov yang kini menyandang status sebagai tersangka dan telah mendekam di rumah tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Bagaimana kita bisa tidak malu lembaga tinggi negara diatur oleh orang yang berada di dalam jeruji penjara," tegas dia.
Tak hanya itu, Doli mengaku heran dengan sejumlah pihak yang masih mengikuti keinginan dan arahan Setnov. Pasalnya, Golkar telah menunjuk Idrus Marham sebagai pelaksana tugas Ketua Umum.
"Anehnya lagi orang-orang di DPR, khususnya Aziz Syamsuddin dan lain mengikuti apa yang jadi keinginannnya (Setnov). Kalau memang surat itu benar, kita patut persoalkan," tandas Doli.
Diketahui, surat penunjukan Aziz sebagai Ketua DPR ditandatangani oleh Setnov dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum dan Idrus Marham sebagai Sekjen. Padahal, hasil rapat pleno DPP Partai Golkar telah menunjuk Idrus sebagai Plt Ketum.
"Jadi, sekarang partai ini pemegang kendalinya siapa? Kenapa sudah di Plt, 'kan Idrus sebagai Plt Ketua Umum (Golkar), tapi tiba-tiba surat yang ditandatangani Setnov dan Idrus masih berlaku?" pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar nonaktif Setya Novanto dikabarkan telah menunjuk Aziz Syamsuddin untuk menggantikan sebagai Ketua DPR. Hal tersebut lantaran, Setnov masih mendekam di Rutan KPK karena jadi tersangka kasus korupsi e-KTP. (Pon)
Baca berita terkait penujukan Aziz Syamsuddin lainnya: Inilah Kader Golkar yang Ditunjuk Novanto Jadi Ketua DPR