Merahputih.com - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali menjadi sorotan setelah melakukan aksi penyerangan pesawat PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) Air di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Insiden penyerangan itu menewaskan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, sedangkan pesawat PK-RCY milik AMA habis terbakar.
Baca juga:
Koops TNI Evakuasi Jenazah Pilot Pesawat AMA Warga AS Ditembak KKB Papua
Operasi Pengejaran Kelompok Elkius Koba
Komando Operasi (Koops) TNI Habema langsung menggelar operasi khusus pada Jumat (3/7) untuk menguasai kembali Bandara Ipdeheik.
Operasi yang melibatkan 10 personel taktis berhasil mengevakuasi jenazah Nicholas menggunakan dua helikopter Caracal. Seiring dengan evakuasi, aparat juga melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam penyerangan.
Baca juga:
450 Prajurit Satuan Tempur Asal Aceh Dikirim ke Boven Digoel Papua
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan telah berhasil memetakan kelompok yang bertanggung jawab. Menurut dia, serangan dilakukan kelompok pimpinan Elkius Kobak berdasarkan klaim juru bicara TPNPB-OPM
Peristiwa ini dilakukan oleh kelompok pimpinan Elkius Kobak, dan dengan bangganya diakui oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom,
Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto.
Reaksi Amerika Serikat Warga Tewas di Papua
Sementara itu, Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri menyatakan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia serta keluarga korban.
"Tidak ada prioritas yang lebih tinggi daripada keselamatan dan keamanan warga Amerika," demikian pernyataan resmi Departemen Luar Negeri AS. (Knu)