Sebuah genset mengalami korsleting akibat hubungan arus pendek nyaris membakar badan pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
VP Corporate Communication PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk Benny S Butarbutar menuturkan peristiwa itu bermula ketika petugas teknik perawatan pesawat hendak melakukan pengisian tenaga listrik dari Ground Power Unit (GPU) milik PT Gapura Angkasa, di darat ke unit power listrik di pesawat GA yang malam itu sedang yang sedang parkir.
"Peristiwa terbakarnya genset di T3 di area parkir pesawat Garuda Indonesia jenis A330-300 yang terjadi pada Selasa (14/3) malam pukul 23.27 WIB. Saat itu teknisi hendak memulai proses pengisian tenaga listrik tiba-tiba muncul kepulan asap dari mesin GPU yang dengan cepat diiringi percikan api. Selanjutnya teknisi yang bertugas bersama–sama dengan petugas avsec segera mengambil alat pemadam kebakaran. Api dengan cepatberhasil dipadamkan guna mencegah kebakaran menjadi semakin membesar," kata Benny dalalm keterangan tertulis, Kamis (15/3).
Menurut Benny, api hanya berkobar selama 10 menit dan dengan cepat dapat dipadamkan. Sesuai standar keamanan, pesawat yang terkena kepulan asap segera ditarik ke hanggar GMF, untuk dilakukan proses pengecekan pesawat menyeluruh baik di badan pesawat hingga mesin pesawat. Sedangkan badan pesawat setelahnya langsung menjalani proses pencucian di hanggar GMF.
"Pesawat tersebut segera diganti dengan pesawat cadangan guna memastikan kelancaran operasional penerbangan tetap berjalan lancar. Pesawat pengganti melayani penerbangan rute jakarta – Singapura sudah berangkat dengan on time Rabu, pukul 06.10 WIB tadi pagi," tukasnya.
Terkait dengan kejadian tersebut, Garuda Indonesia akan menghentikan penggunaan GPU sejenis sampai dengan proses investigasi selesai dilaksanakan sebagai langkah corrective action yang dilaksanaan perusahaan.