MerahPutih.com - Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali memasuki fase krusial. Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat kini berjalan, namun justru membuka perbedaan tajam antara pihak-pihak yang terlibat.
Di satu sisi, Israel memberikan dukungan bersyarat. Di sisi lain, Teheran mengklaim kemenangan dan mengajukan proposal yang ambisius termasuk untuk Lebanon.
Situasi ini memperlihatkan bahwa upaya damai belum tentu berjalan mulus, terutama ketika kepentingan strategis saling berbenturan.
Baca juga:
Gencatan Senjata Iran-AS Mulai Dibahas, Ini Isi Kesepakatannya
Gencatan Senjata Iran-AS
Dukungan Israel terhadap Gencatan Senjata Iran-AS
Pemerintah Israel melalui kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Donald Trump yang mengusulkan penangguhan serangan selama dua minggu terhadap Iran.
Namun, dukungan tersebut tidak diberikan tanpa syarat.
Syarat Utama Israel
Israel menegaskan beberapa poin penting yang harus dipenuhi Iran:
- Menghentikan seluruh aktivitas militer yang mengancam kawasan
- Membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan global
- Menghentikan serangan terhadap Amerika Serikat, Israel, dan negara lain
- Mengakhiri ancaman nuklir, misil, dan aktivitas teror secara permanen
Menariknya, Israel secara tegas menyatakan bahwa kesepakatan ini tidak mencakup Lebanon.

Ilustrasi Gencatan Senjata Iran-AS. Foto/Copilot AI
Baca juga:
Hal ini bertolak belakang dengan pernyataan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang sebelumnya menyebut bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan.
Fakta ini mempertegas bahwa konflik di Lebanon terutama yang melibatkan kelompok Hezbollah berpotensi terus berlanjut meski gencatan senjata Iran–AS disepakati.
Di tengah pembahasan gencatan senjata, situasi di Lebanon justru masih memanas. Israel diketahui terus melakukan operasi militer besar di wilayah selatan sejak awal Maret, dengan target utama militan Hezbollah.
Data dari otoritas kesehatan setempat menunjukkan bahwa:
- Lebih dari 1.530 orang tewas sejak 2 Maret
- Sekitar 130 korban di antaranya adalah anak-anak
Klaim Kemenangan Iran dan Proposal 10 Poin
Baca juga:
Serangan AS dan Israel ke PLTN Iran Dikecam, Bisa Sebabkan Kecelakaan Radiasi Serius
Di sisi lain, Iran menunjukkan sikap yang sangat berbeda. Pemerintah Teheran menyatakan bahwa mereka telah meraih kemenangan besar dalam konflik ini, di bawah kepemimpinan Ayatollah Ali Khamenei.
Sebagai langkah lanjutan, Iran mengajukan proposal 10 poin yang diklaim menjadi dasar kesepakatan gencatan senjata.
Isi Proposal Gencatan Senjata Iran
Berikut poin-poin utama yang diajukan Teheran:
Baca juga:
Panglima Minta Pasukan TNI di Lebanon Berlindung di Bunker, DPR: Ini Langkah Antisipasi dan Taktis
- Jaminan non-agresi dari Amerika Serikat
- Pengakuan kontrol Iran atas Selat Hormuz
- Hak pengayaan uranium tetap berlaku
- Penghapusan sanksi utama
- Penghapusan sanksi sekunder
- Penghentian resolusi Dewan Keamanan PBB
- Penghapusan resolusi IAEA
- Pembayaran kompensasi kepada Iran
- Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan
- Penghentian perang di semua front, termasuk Lebanon