MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dalam perang Rusia dengan Ukraina. Gencatan senjata berlangsung selama 3 hari mulai 9 sampai 11 Mei.
Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing negara selain penghentian seluruh aktivitas militer.
"Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata selama tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.
"Permintaan itu saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy," kata Trump.
Trump berharap hal itu menjadi "awal dari berakhirnya perang yang panjang dan mematikan" itu.
Baca juga:
Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!
"Pembicaraan terus berlanjut untuk mengakhiri konflik besar ini, yang terbesar sejak Perang Dunia II, dan kita semakin dekat menuju tujuan itu setiap hari," katanya.
Trump saat berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih juga mengatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan gencatan senjata permanen. Ia menyebut perang tersebut "hal terburuk sejak Perang Dunia II" dan mengatakan siap mengirim timnya ke Rusia untuk merundingkan gencatan senjata permanen jika hal itu dapat membantu.
"Saya ingin perang itu berakhir," kata Trump. "Saya telah menyelesaikan delapan perang, bahkan sembilan, dan sekarang tampaknya kita bisa menyelesaikan yang ke-10."
Pernyataan itu disampaikannya setelah utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami untuk membahas perlunya meningkatkan proses diplomatik dan mengoordinasikan langkah menuju perdamaian.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah melambatnya negosiasi kedua pihak yang bertikai di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap konflik antara AS-Israel dan Iran.
Rusia dan Ukraina juga saling tuding melanggar gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan negara itu pada 9 Mei. (*)