Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dalam Perang Rusia-Ukraina Selama 3 Hari, dengan Pertukaran 1.000 Tahanan

Frengky AruanFrengky Aruan - Sabtu, 09 Mei 2026
Presiden AS Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata dalam Perang Rusia-Ukraina Selama 3 Hari, dengan Pertukaran 1.000 Tahanan

Presiden AS Donald Trump. (Foto: Partai Republik AS)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dalam perang Rusia dengan Ukraina. Gencatan senjata berlangsung selama 3 hari mulai 9 sampai 11 Mei.

Kesepakatan itu juga mencakup pertukaran 1.000 tahanan dari masing-masing negara selain penghentian seluruh aktivitas militer.

"Saya dengan senang hati mengumumkan akan ada gencatan senjata selama tiga hari (9, 10, dan 11 Mei) dalam perang antara Rusia dan Ukraina," tulis Trump di platform media sosial miliknya, Truth Social.

"Permintaan itu saya sampaikan langsung, dan saya sangat menghargai persetujuan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy," kata Trump.

Trump berharap hal itu menjadi "awal dari berakhirnya perang yang panjang dan mematikan" itu.

Baca juga:

Trump Ultimatum Uni Eropa, Ancam Tarif Dagang Naik Lagi 4 Juli!

"Pembicaraan terus berlanjut untuk mengakhiri konflik besar ini, yang terbesar sejak Perang Dunia II, dan kita semakin dekat menuju tujuan itu setiap hari," katanya.

Trump saat berbicara kepada wartawan sebelum meninggalkan Gedung Putih juga mengatakan dirinya terbuka terhadap kemungkinan gencatan senjata permanen. Ia menyebut perang tersebut "hal terburuk sejak Perang Dunia II" dan mengatakan siap mengirim timnya ke Rusia untuk merundingkan gencatan senjata permanen jika hal itu dapat membantu.

"Saya ingin perang itu berakhir," kata Trump. "Saya telah menyelesaikan delapan perang, bahkan sembilan, dan sekarang tampaknya kita bisa menyelesaikan yang ke-10."

Pernyataan itu disampaikannya setelah utusan khusus Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner, bertemu kepala perunding Ukraina Rustem Umerov di Miami untuk membahas perlunya meningkatkan proses diplomatik dan mengoordinasikan langkah menuju perdamaian.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah melambatnya negosiasi kedua pihak yang bertikai di tengah meningkatnya perhatian internasional terhadap konflik antara AS-Israel dan Iran.

Rusia dan Ukraina juga saling tuding melanggar gencatan senjata dua hari yang diumumkan Rusia bertepatan dengan peringatan Hari Kemenangan negara itu pada 9 Mei. (*)

#Amerika Serikat #Donald Trump #Perang Rusia-Ukraina #Gencatan Senjata
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Frengky Aruan

Jurnalis dan editor senior yang berkarier di media nasional sejak 2011. Mengawali karier sebagai reporter di BolaNews (Kompas Gramedia Group), kemudian menjadi editor di Sport Satu, sebelum bergabung sebagai Editor Senior di MerahPutih.com dan BolaSkor.com. Berpengalaman meliput perkembangan sepak bola nasional sejak era dualisme PSSI, dengan fokus pada jurnalisme investigasi, wawancara mendalam, analisis taktis dan statistik olahraga, penyuntingan berita, serta jurnalisme cek fakta untuk berbagai isu yang menjadi perhatian publik.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani dekret yang menambah 15.500 personel ke dalam struktur resmi Angkatan Bersenjata Rusia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 29 September 2026
Putin Tambah 15.500 Personel Militer Rusia, Zelensky Klaim Rencana Korut Kirim 10.000 Tentara
Tekno
Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Sejumlah raksasa AI, termasuk Anthropic, telah menyerukan perlambatan dalam pengembangan guna memberikan waktu bagi langkah-langkah keselamatan.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
 Bantah Donald Trump, Paus Leo Tegaskan Kekhawatiran AI bukan 'Berita Bohong'
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Bagikan