MerahPutih.com - Koalisi Rakyat Untuk Keadilan Perikanan (KIARA) kecewa dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melaksanakan Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 74 di Pulau Reklamasi.
Upacara di sana bisa terlaksana berkat diterbitkannya Instruksi Gubernur nomor 71 tahun 2019 yang ditetapkan pada Senin (12/8).
Baca Juga: Kelakuan ASN Pemprov DKI saat Upacara 17 Agustus, Asyik Ngobrol dan tak Hormati Lagu Kebangsaan
Sekjen KIARA, Susan Herawati mengatakan bahwa pemimpin DKI Jakarta yakni Anies telah berbohong. Saat ini masih ada rekam jejak digital Anies akan menolak reklamasi dan menghentikan reklamasi.
"Setop Janji-janji palsu, pak Anies. Kami terus menuntut anda menepati janji anda. Semoga pesan ini terus disampaikan," kata Susan di Jakarta, Sabtu (17/8).
Susan memastikan bahwa dirinya tak akan pernah menginjakkan kaki di atas Pulau Reklamasi dan mendukung pulau buatan itu.
"Digemakan bahwa kami akan menolak dengan cara yang paling terhormat, dengan cara paling ksatria bukan dengan cara pengecut dengan mengadakan upacara bendera dipulau haram ini. Tolak reklamasi, tolak reklamasi, Anies khianat," ucap Susan.
Dalam sambutannya pagi tadi saat menjadi Inspektur Upacara 17 Agustus Anies mengatakan bahwa lahan Reklamasi merupakan milih negara. Jadi warga berhak untuk menginjak pulau reklamasi itu.
Baca Juga: Milik Negara, Alasan Anies Berkukuh Gelar Upacara 17 Agustus di Pulau Reklamasi
Ia mengklaim mengubah kawasan itu menjadi terbuka untuk umum karena sudah menjadi lahan milik Republik Indonesia.
"Kita ingin kirimkan pesan kepada semua, bahwa ini bukan lahan milik pribadi. Ini adalah lahan milik Negara Republik Indonesia, tanah kita dan kita ingin memastikan bendera merah putih pun berkibar di tanah ini," jelasnya. (Asp)