Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Gelar Karnaval Langit Biru, Pemprov DKI Ukur Kualitas Udara

Andika Pratama - Minggu, 27 Oktober 2019

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta menggelar Karnaval Jakarta Langit Biru, Minggu (27/10). Karnaval kendaraan listrik ini untuk mengampanyekan kendaraan ramah lingkungan dalam rangka memperbaiki kualitas udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan kualitas udara pada saat pelaksanaan kegiatan Karnaval Jakarta Langit Biru.

Baca Juga

Ada Karnaval Mobil Listrik, Koridor TransJakarta Blok M-Kota Dialihkan

"Kami telah memasang Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) mobile di sekitar lokasi. Alat ini mengukur kualitas udara sehari sebelum pelaksanaan, selama pelaksanaan, dan sehari setelah pelaksanaan sebagai perbandingan," kata Andono Warih di Jakarta, Minggu (27/10).

Alat pengukur kualitas udara di Thamrin, Jakarta. (foto: twitter)

Karnaval yang mengambil rute dari Patung Pemuda Bundaran Senayan - Bundaran Hotel Indonesia - Patung Pemuda Bundaran Senayan merupakan bagian dari rangkaian persiapan DKI menjadi tuan rumah Formula E tahun depan.

Baca Juga

Panglima TNI Klaim Ada Pihak-Pihak yang Inginkan Sinergi TNI-Polri Terganggu

Selain melakukan pemantauan kualitas udara, lanjut dia, pihaknya juga mengerahkan armada dan personel menangani kebersihan sebelum, selama dan setelah acara, serta menyiapkan mobil toilet portabel.

Andono menuturkan, sebanyak 5 unit bus toilet VIP, 2 unit tanki air bersih, dan 2 unit tanki air kotor dikerahkan untuk menambah sarana sanitasi yang sudah tersedia di sekitar lokasi.

“Ini untuk memastikan kenyamanan warga ibukota yang menyaksikan karnaval,” katanya.

Baca Juga

Catat! Ini Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat Jakarta Marathon

Selain itu, Andono berkata, 275 petugas kebersihan dan 22 unit road sweeper atau mobil penyapu jalan otomatis dikerahkan untuk memastikan kebersihan lokasi.

"Kami juga meletakan ratusan tempat sampah di sepanjang rute. Masyarakat dapat meletakan sampahnya di tempat-tempat yang telah disediakan," tutupnya. (Asp)

Baca Artikel Asli