MerahPutih.com - Eks calon ketua umum PSSI Vijaya Fitriyasa angkat bicara terkait adanya ajakan suporter untuk memboikot timnas Indonesia saat bertanding di Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI 2019 lalu. Pernyataan tersebut hanya bagian dari dari dinamika kongres saja
"Ya pernyataan itu tidak lepas dari dinamika kongres yang memanas," ujar Vijaya kepada Merahputih.com, Minggu (10/11).
Baca Juga
Pengusaha Migas Ini Siap Jadikan Persis Solo seperti Barcelona
Pemilik Persis Solo ini mengaku telah melupakan persaingan ketat di KLB PSSI dan akan lebih fokus menangani klub yang baru saja dia beli. Ia menegaskan untuk memperbaiki sepak bola nasional, tidak harus dari PSSI yang notabene induk olahraga persepak bolaan Indonesia.
"Saya ingin ikut berkontribusi memperbaiki sepak bola Indonesia melalui dari pengelolaan klub yang bagus. Kita mulai dari membawa Persis Solo promisi Liga 1 pada 2020," kata dia.
Baca Juga
Ia mengakui untuk memperbaiki persepak bolaan Indonesia dari bawah tidak mudah.Vijaya tetap berambisi menjadikan Persis Solo sebagai klub sepak bola percontohan untuk club-club lainnya, yang menerapka prinsip-prinsip sepak bola moderen.
"Sejak awal saya membeli Persis Solo untuk menjadikan klub yang dikelola dengan sistem moderen," kata dia.
Pembina Pasoepati, Ginda Ferachtriawan tidak sependapat dengan pernyataan pemilik Persis Solo yang mengajak suporter membaikot Timnas saat bermain.
Baca Juga
Derby Mataram Berakhir Ricuh, Asisten Pelatih Persis Solo Terluka Bagian Pelipis
"Saya rasa ajakan itu tidak mendidik. Sikap dia (Vijaya) tidak mencerminkan Wong Solo (orang Solo)," kata dia.
Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya.