Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Olahraga

Franco Baresi di Mata Tokoh-Tokoh Sepak Bola Dunia, Mulai dari Paolo Maldini Sampai Romario

Angga Yudha Pratama - Jumat, 31 Juli 2026

Merahputih.com - Legenda terbesar AC Milan dan tim nasional Italia, Franco Baresi, tutup usia pada umur 66 tahun. Baresi menghabiskan 20 tahun karier profesionalnya hanya untuk berseragam Rossoneri.

Enam gelar Serie A, tiga trofi Liga Champions (European Cup) serta menjadi bagian penting saat Italia menjuarai Piala Dunia 1982.

Baca juga:

Penghormatan untuk Franco Baresi: Sang Rival Abadi Ikut Berduka

Untuk mengenang warisannya, Merahputih.com merangkum pengakuan dan penghormatan dari para pelatih, rekan setim, hingga lawan yang pernah merasakan langsung kehebatannya di lapangan dari berbagai sumber.

Pengakuan Para Rival: Dari Romario Hingga Maradona

Kehebatan Baresi tak pernah diragukan oleh penyerang paling menakutkan di planet ini.

Franco

Kunci Sukses AC Milan Era Emas

Di mata para juru taktik dan kawan seangkatan, Baresi bukan sekadar pemotong serangan lawan, melainkan otak permainan.

Pemimpin Sejati di Mata Generasi Penerus

Bagi rekan-rekan dekatnya, kepemimpinan Baresi terpancar dari tindakan nyata di lapangan, bukan sekadar kata-kata.

Baca juga:

Legenda Tim Nasional Italia dan AC Milan Franco Baresi Meninggal, Bagian Pemain Juara Piala Dunia 1982

Rahasia Permainan Franco Baresi

Secara fisik, Baresi mengaku tidak memiliki postur raksasa layaknya bek tengah pada umumnya. Namun, kelemahan itu ia tutupi dengan kecerdasan taktik yang tiada tanding.

Postur saya tidak terlalu tinggi untuk duel man-to-man. Saya menutupinya dengan bermain agresif, membaca pergerakan lawan lebih cepat, dan bergerak di ruang sempit dengan kecepatan maksimum. Saat Nils Liedholm menerapkan sistem bertahan sejajar, saya bertransisi dari libero murni menjadi bek tengah modern yang aktif membangun serangan,

ungkap Baresi.

Selamat jalan, Sang Kapten Abadi. Warisan dan kepemimpinanmu akan terus menjadi tolok ukur tertinggi bagi seni bertahan dalam sepak bola.

Baca Artikel Asli