Merahputih.com - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Paris, Prancis kembali menuai sorotan publik. Selama masa pemerintahannya, Prabowo tercatat beberapa kali melakukan lawatan kenegaraan ke negeri tersebut.
Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Bahtra Banong, menegaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan agenda diplomasi strategis yang telah direncanakan jauh hari.
“Agenda kenegaraan seperti ini disusun melalui komunikasi diplomatik antarnegara yang panjang dan terukur,” katanya, Kamis (28/5).
Baca juga:
Perwujudan Diplomasi Bebas Aktif
Bahtra menilai Prabowo sedang menunjukkan kepemimpinan bebas aktif yang berorientasi pada kepentingan nasional.
Apalagi, lanjut dia, Prancis merupakan mitra penting Indonesia dalam bidang pertahanan, investasi, teknologi, energi, dan industri strategis.
Semakin aktif Presiden Prabowo diterima dalam forum internasional menunjukkan bahwa Indonesia semakin dihormati dan diperhitungkan dalam percaturan global,
Anggota Komisi II DPR Fraksi Gerindra, Bahtra Banong
Penghormatan Diplomatik Indonesia ke Prancis
Menurut dia, hubungan Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron juga semakin erat dan intensif dalam setahun terakhir.
Baca juga:
Presiden Prabowo Salat Idul Adha di Wisma Indonesia Paris, Tidak Disangka WNI dan Diaspora
Gerindra ‘Kesal’ Bantuan Sapi Prabowo Dipolitisir untuk Munculkan Citra Negatif
Dia juga menyinggung momen ketika Prabowo diundang sebagai tamu kehormatan dalam peringatan Bastille Day 2025, sebagai bentuk penghormatan diplomatik khusus yang jarang diberikan kepada pemimpin dunia.
Jangan agenda negara dipersempit menjadi framing simbolik yang bernuansa politis,
Anggota Komisi II DPR Fraksi Gerindra, Bahtra Banong
Politikus Gerindra itu menilai kesediaan Prabowo melakukan kunjungan kerja luar negeri kle Paris, meski bertepatan dengan momentum hari raya menunjukkan komitmen menempatkan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi. “Ini adalah bentuk pengabdian seorang kepala negara,” tandas Bahtra. (Knu)