Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Film Pertama Romo Katolik Pengusir Iblis Meledak, Kuasa Gelap 2 Pertahankan Tim Lama

Wisnu Cipto - Sabtu, 07 Februari 2026

MerahPutih.com - Film horor Indonesia Kuasa Gelap atau Dominion of Darkness sekuel ke-2 akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia pada Oktober 2026.

Sekuel horor religi ini kembali digarap sutradara Rizal Mantovani, serta diproduksi Paragon Pictures dan Ideosource Entertainment, dengan distribusi internasional mengandeng Monster Films.

Dominion of Darkness 2 digadang-gadang memperluas mitologi waralaba dengan skala lebih besar, taruhan dramatis lebih tinggi, eksplorasi teologi lebih dalam, serta teror supranatural yang ditujukan untuk pasar internasional.

Baca juga:

Film Horor Kuasa Gelap, dari Sinopsis, Pemain hingga Fakta Menarik

Tim Kreatif Jaga Kesinambungan Cerita Sekuel

Rizal bekerja sama dengan Robert Ronny yang kembali terlibat sebagai penulis naskah sekaligus produser, demi menjaga kesinambungan cerita dan visi kreatif.

Dominion of Darkness sejak awal kemunculannya mencuri perhatian karena pendekatan yang tidak lazim di tengah dominasi horor lokal yang cenderung mengeksplorasi tradisi dan folklore Islam

Film ini justru mengangkat ritus pengusiran setan ala Katolik di negara mayoritas Muslim. Sekuel pertama yang dirilis pada 2024 terbukti sukses besar, terjual ke 53 wilayah internasional

Untuk level lokal, Dominion of Darknessn meraih lebih dari 1,47 juta penonton di Indonesia hanya dalam 20 hari, menjadikannya salah satu film horor terlaris nasional.

Baca juga:

Ritual Eksorsis Ditampilkan dalam Teaser Film 'Kuasa Gelap'

Deretan Pemain Lama Kembali

Sekuel kedua akan kembali menghadirkan Lukman Sardi dan Jerome Kurnia sebagai Pastor Rendra dan Pastor Thomas. Dua romo pengusir setan dari gereja Katolik yang kini menghadapi ancaman jauh lebih berbahaya.

Film pertama berlatar kota terpencil di Jawa Timur, mengikuti penyelidikan para pastor terhadap kasus kerasukan brutal yang berakar pada perjanjian darah turun-temurun.

Ritual tersebut membangkitkan Rephaim, iblis kuno dari kitab suci Perjanjian Lama. Ketika Gereja mencabut sanksi resminya, para pastor dipaksa menghadapi kekuatan jahat itu sendirian, dengan iman mereka diuji hingga batas terakhir. (Tka)

Baca Artikel Asli