Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Fatwa MUI Diharapkan Redam Hoaks Vaksin COVID-19

Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Januari 2021

MerahPutih.com - Pemerintah bakal melalukan vaksinasi COVID-19. Vaksinasi akan dimulai oleh Kepala Pemerintahan di pusat dan daerah lalu diikuti para tenaga kesehatan. Namun, informasi bohong terkait hoaks masif terjadi di masyarakat.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap adanya fatwa MUI terkait kehalalan vaksin yang sudah keluar, mengurangi informasi hoaks yang beredar.

Baca Juga:

Setelah Suntik Vaksin, Ridwan Kamil Sempat Ngantuk 3 Hari

"Halal tidaknya vaksin sudah keluar dari MUI. Karena hoaks-hoaks, kekhawatiran masih terus berlangsung. Hanya media punya tugas luar biasa untuk menetralisir kekhawatiran,” katanya.

Ia menegaskan, sosialisasi tentang vaksin sangat penting agar suksesnya program vaksinasi COVID nasional. Menurut survey, kata Ridwan Kamil, belum 100 persen warga yang mengetahui soal pentingnya vaksin ini.

“Hasil survei, warga yang paham tentang vaksin baru 75 persen, jadi ada 25 persen yang mungkin di daerah terpencil yang tidak tahu apa itu vaksin COVID,” katanya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Pemprov Jabar).

Mengenai persiapan vaksinasi sendiri, Ridwan Kamil bilang saat ini pihaknya sudah melatih 11 ribu relawan vaksinator (penyuntik vaksin). Jumlah vaksinator tersebut masih kurang. Targetnya pihaknya akan meningkatkan hingga 4 kali lipat vaksinator.

Kang Emil memastikan, tenaga kesehatan dan pimpinan daerah di Jawa Barat mulai pekan ini dijadwalkan akan menerima suntik vaksin yang diharapkan bisa menangkal virus Corona. Penyuntikan ini, untuk menunjukkan bahwa vaksinasi Covid penting dilakukan demi menurunkan jumlah penularan penyakit pandemi ini.

"Saya akan damping bersama Kapolda dan Forkopinda,” kata Ridwan Kamil, dalam konferensi pers di Bandung, Senin (11/1). (Iman HA/Bandung)

Baca Juga:

Baca Artikel Asli