Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fashion

Fashion Code Korea Selatan Dorong Desainer Indonesia Konsisten Berkarya

Dwi Astarini - 1 jam, 46 menit lalu

MERAHPUTIH.COM - JAKARTA Fashion Week dan Korea Creative Content Agency (Kocca) mendukung ekspansi jenama fahsion Indonesia di Korea Selatan lewat fasilitasi runway Fashion Code.

"Ya, kami mengajak jenama Indonesia untuk menggelar fashion show di Korea. Acara itu dilaksanakan Koccaa pusat yang ada di Korea Selatan," kata Regional Director Kocca Indonesia, Shin Hwa-beom di Konferensi Pers KOCCA x JFW 10 th Anniverssary, Cityhall PIM 3, Minggu (1/11).

Menurut Hwa-beom, upaya Kocca memboyong para praktisi mode fesyen Tanah Air tersebut merupakan implementasi kolaborasi yang nyata antara pihaknya dan JFW yang mempelopori pergerakan fesyen prestisius di Indonesia. Terlebih lagi, menurutnya, kerja sama antara Kocca dan JFW sebagai representasi Indonesia telah terjalin satu dekade.

"Itu menjadi suatu hal yang menjadi poin penting kita bisa sharing, kita bisa exchange culture di antara Indonesia dan Korea," katanya.

Baca juga:

Lewat K-Drama, JFW dan Kokka Kenalkan Fashion 2 Negara



Konsistensi Produksi dan Relevansi


Saat membicarakan runway Fashio Code, tentu tak bisa dilepaskan juga konteks kualitas penciptaan koleksi jenama. Dengan kehadiran Fashion Code, pelaku indusri fesyen Indonesia bisa meluaskan pangsa pasarnya di Korea Selatan. Begitu juga pelaku industri fesyen Korea Selatan juga bisa mengenalkan luas jenama mereka Indonesia lewat JFW.

Saat melihat potensi yang besar ini, Indonesia tak sembarangan mengutus jenama fesyen yang layak melenggang di runway Fashion Code Korea Selatan.

Chairperson of Jakarta Fashion Week (JFW) Svida Alisjahbana mengatakan pihaknya memiliki kriteria tertentu untuk menghasilkan daftar desainer yang pantas untuk lebih mendapatkan sorotan. Svida menjelaskan setidaknya ada dua poin penting terkait eksposure menuju Fashion Code bagi desainer Indonesia. Pertama soal relevansi modenya dan kedua, soal kualitas.

Terkait dengan relevansi, Svida menyingung bagaimana sebuah jenama fashion bisa menghasilkan koleksi yang konsisten dan sesuai dengan minat pasar.

"Sebagai gambaran secara umum saja dari saya, yaitu kami tentunya mengamati desainer yang ada sekarang. Mereka yang selalu disiplin dengan koleksi mereka, koleksi after koleksi, sehingga kami yakin bahwa dengan kami memilih desainers ini, bisa meraih pasar yang ada," katanya.

Konsisten saja tak cukup, jenama fesyen mesti menarik secara visual. "Desainer yang ada sekarang, yang kekinian, yang mempunyai daya jual-nya juga tinggi, attractiveness di raknya juga tinggi," katanya.

Lebih daripada itu jenama yang diutus mengikuti runway Fashion Code harus relevan dengan tren fasyen yang ada di Korea Selatan itu sendiri.

"Bisa reaching out the market, koleksi ini juga bisa relevan untuk pasaran Korea misalnya, jadi itu mungkin jawaban dari saya," katanya.(Tka)

Baca juga:

Ekspresi Duka Laut dalam Koleksi ‘Larung’ dari Sejauh Mata Memandang di Jakarta Fashion Week 2026





Baca Artikel Asli