Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Evaluasi CFD Rasuna Said, Banyak Parkir Liar dan Pedagang Berjualan di Badan Jalan

Dwi Astarini - Sabtu, 16 Mei 2026

MERAHPUTIH.COM - PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelar kegiatan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada Minggu (10/5) lalu. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan ada sejumlah pembenahan dalam pelaksanaan car free day Rasuna Said.

Kendati demikian, Syafrin mengatakan hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan HBKB di koridor Rasuna Said memberi manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi ruang publik maupun kualitas lingkungan.

"HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik jika dibandingkan dengan hari kerja," ujar Syafrin di Jakarta, pada Sabtu (16/5).

Menurutnya, keberadaan HBKB di Rasuna Said turut mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Sudirman–Thamrin. Berdasarkan data Dishub DKI, jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi di koridor Jalan Jenderal Sudirman–MH Thamrin turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 atau berkurang sekitar 52,97 persen. "Kondisi ini menunjukkan HBKB di HR Rasuna Said dapat memecah konsentrasi penumpukan masyarakat di Sudirman–Thamrin sehingga aktivitas warga lebih tersebar," kata Syafrin.

Baca juga:

Tak ada CFD di Rasuna Said pada Minggu (17/5), Mulai Rutin Digelar Juni 2026



Meski demikian, pelaksanaan CFD pada 10 Mei lalu masih menyisakan sejumlah catatan evaluasi, di antaranya belum tersedianya titik putar di sisi timur dan barat koridor, belum terpasangnya pembatas jalur Transjakarta, hingga masih ditemukannya parkir liar di sejumlah titik.

Selain itu, penataan UMKM dinilai perlu diperbaiki karena aktivitas pedagang meluas hingga badan jalan. Sejumlah proyek pekerjaan jalan pada rute alternatif juga masih menimbulkan kemacetan. Dishub DKI juga mencatat masih adanya perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel serta penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival yang menyebabkan pelari dan pesepeda menggunakan lajur bus Transjakarta.

Syafrin memastikan seluruh kendala tersebut akan ditindaklanjuti bersama tim kerja HBKB lintas perangkat daerah. Pemprov DKI juga tengah menyiapkan payung hukum sebagai dasar pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said.

"Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib," urainya.(Asp)





Baca juga:

Wacana Kawasan Rasuna Said Jadi Prioritas Pengembangan Kota Global Jakarta

Baca Artikel Asli