MerahPutih Nasional - Pencarian korban musibah longsor yang terjadi di Pangalengan, tepatnya di Cibitung, Jawa Barat, masih dilakukan oleh tim kepolisian, SAR dan warga. Namun, pencarian masih terkendala titik koordinat longsor yang sangat menyeramkan dan lokasi yang tajam.
Hal inilah yang disampaikan oleh Kapolres Bandung, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Erwin Kurniawan. Ia mengakui, hingga sekarang, pencarian korban terhadap 7 orang yang masih dinyatakan hilang dalam proses pencarian. Ia menyampaikan, kendalanya ialah tidak menentunya titik koordinat yang masih sangat tajam di lokasi kejadian.
"Hingga saat ini kami sedang melakukan pencarian korban lainnya yang masih belum ketemu. Kami bersama-sama dengan BPBD, tim SAR, PMI, Dinas Sosial, TNI, Polri, dan relawan mencari korban yang masih belum ditemukan. Mungkin kendalanya adalah tidak menentunya titik koordinat, memang longsoran tersebut berbentuk luncuran tajam," jelas Kapolres Bandung, AKBP Erwin Kurniawan kepada media siang tadi, Rabu (6/5), di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Seperti diketahui, longsor ini diakibatkan turunnya hujan yang terus mengguyur wilayah Cibitung, Pangalengan, Jawa Barat yang berjam-jam. Longsor terjadi kemarin pukul 14.00 WIB. Tanah didaerah Cibitung longsor. Akibat musibah alam ini hingga berita ini diturunkan berjumlah 4 orang meninggal dunia, 7 orang masih dalam pencarian. dan 4 orang luka berat serta 4 orang luka ringan. (aku)
Baca Juga:
Facebook Pemeriksa Keselamatan, Alternatif Pencari Korban Bencana
JK: Bencana Tsunami Adalah Ujian Bagi Masyarakat Aceh