MerahPutih Bisnis - PT Aneka Tambang (Antam) (Persero) Tbk (ASX - ATM; IDX - ANTM; ANTAM) terus mengembangkan pasar ekspor baru di tengah lesunya perekonomian di dalam negeri. Pasar ekspor utama Antam sekarang adalah Hong Kong, Singapura, Malaysia, dan India.
General Manager UBPP Logam Mulia PT Aneka Tambang Dody Martimbang mengatakan ANTAM tengah membidik pasar Malaysia sebagai negara tujuan ekspor.
"Kita belajar dari tahun lalu saja begitu ekonomi nasional sedang melesu, kami terbantu dengan daya beli pasar ekspor yang begitu tinggi. Dengan hal itu imbas dari dampak melemahnya ekonomi jadi tidak terlalu besar," kata Dody saat ditemui usai acara Grand Launching BRANKAS di Balai Kartini, Jalan Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (11/4).
Menurut Dody, bila diamati emas harga jual dan beli emas yang dihasilkan Antam sangat kecil. Ketimbang dahulu memiliki selisih cukup besar yakni 40-50 ribu ton.
"Kalau sekarang sih kita lebih kecil dari sebelumnya. Emas itulah sangat bagus bagi masyarakat untuk berinvestasi. Investasi emas itu bagus dilakukan untuk jangka panjang ketimbang jangka pendek," terangnya.
"Kalau dilihat dari sejarah emas harga selalu stabil. Emas itu tidak membuat kaya, tapi membuat tetap kaya. Beda kan. Kalau membuat kita kaya bukan di emas," katanya
"Tapi kalau jenis investasi membuat kita tambah kaya bisa dengan perputaran nilai investasi yang cepat seperti saham atau sejenisnya, tapi resikonya besar. Bila berinvestasi di emas kita tetap kaya, nilainya juga sama. Kedua, emas itu sangat liquid seperti uang. Makanya emas yang dicari itu banyak bersertifikat, karena emas palsu saja nilainya tinggi. Oleh karena itu masyarakat harus mencari emas yang terakreditasi LBMA, dan dikeluarkan oleh antam," pungkasnya. (Abi)
BACA JUGA:
- ANTAM Bidik Pasar Malaysia
- ANTAM Klaim Jual 14 Ton Emas Selama 2015
- Antam Perkenalkan Layanan Depositori Logam Mulia
- Crowdo Tawarkan Pinjaman Rp10 Juta Kepada Pengusaha UKM
- Etobee Siap Ekspansi ke Singapura