DPR Soroti Kendala Program Kesehatan Gratis, Data Tak Sinkron Hingga SDM Tak Merata

Selasa, 04 Maret 2025 - Angga Yudha Pratama

Merahputih.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, menyoroti berbagai kendala dalam persiapan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di berbagai daerah, termasuk di Kota Palu.

Ia mengungkapkan bahwa Puskesmas di Kota Palu, bahkan di wilayah perkotaan, masih menghadapi berbagai masalah terkait kesiapannya. Padahal, Kementerian Kesehatan telah mengadakan pertemuan daring (zoom series) untuk sosialisasi program ini, namun tidak semua pihak di daerah mendapatkan informasi yang memadai.

"Ternyata ketika mendengar dari Ibu/Bapak hari ini tentang bagaimana kesiapan-kesiapan PKG ini, kendala tersebut bukan hanya terjadi di beberapa titik saja, tapi sudah menjadi kendala nasional," kata Nihayatul dalam RDP Komisi IX dengan ADINKES, ARSADA, APKESMI, IDI dan IAKMI di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (4/3).

Baca juga:

Warga Solo Belum Memaksimalkan Cek Kesehatan Gratis, Baru 280 Orang yang Mengikutinya

Selain itu, ia juga menyoroti masalah data yang belum tersinkronisasi dengan Dukcapil serta ketidakmerataan kesiapan tenaga kesehatan di berbagai daerah.

Ia mencontohkan bahwa kondisi SDM di wilayah pegunungan Papua, seperti Nabire dan Boven Digoel, berbeda dengan Puskesmas di daerah lain, seperti Bogor atau Palangkaraya.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, politisi Fraksi PKB ini meyakini PKG adalah program yang sangat baik dan dinantikan masyarakat.

Baca juga:

Di World Governments Summit 2025, Prabowo Singgung Program MBG Hingga Cek Kesehatan Gratis

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik terhadap program ini cukup tinggi, bahkan dalam survei terbaru, program ini disebut berkontribusi pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

"Harapan masyarakat terhadap PKG ini cukup tinggi, bahkan sekitar 40 persen dari pemeriksaan kesehatan gratis menjadi faktor utama kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Jika program ini tidak siap, maka kekecewaan masyarakat juga akan tinggi," tegasnya.

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan