Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

DPR Desak Polri Bongkar Bandar Besar Narkoba Kampung Bahari hingga Aliran Dana

Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026

MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Komisi III DPR RI Dede Indra Permana Soediro meminta Polri mengembangkan penggerebekan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, hingga mengungkap jaringan besar peredaran narkotika yang berada di balik aktivitas tersebut.


Dede menegaskan penangkapan para pelaku di lapangan harus menjadi pintu masuk untuk membongkar bandar, pemasok, pengendali, hingga pihak-pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap jaringan narkoba.


“Penangkapan ini harus jadi awal polisi untuk mengungkap siapa bandar, pemasok, pengendali, dan pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung aktivitas peredaran narkotika,” kata Dede dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (3/11).


Menurut Dede, keberhasilan operasi pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari jumlah pelaku yang ditangkap maupun barang bukti yang disita. Penegakan hukum harus dilakukan secara komprehensif dengan menyasar struktur jaringan hingga sumber pendanaan. Ia juga meminta aparat menelusuri aliran dana hasil peredaran narkotika. Langkah tersebut dinilai penting untuk memutus kemampuan jaringan bandar dalam membangun kembali bisnis ilegal mereka.


Dede menilai kejahatan narkotika memiliki jaringan, pola operasi, dan sumber pendanaan yang terorganisasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antarlembaga penegak hukum untuk mengungkap seluruh mata rantai kejahatan tersebut.

Baca juga:

Apresiasi Polri Gerebek Kampung Bahari, DPR: Negara tak Boleh Kalah dari Bandar Narkoba


Sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika dan menyita senjata api saat menggerebek kawasan Kampung Bahari pada Minggu (1/11). Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso menyebut penggerebekan dilakukan secara serentak dengan melibatkan tim gabungan dari sejumlah instansi.


“Kami melakukan penggerebekan dari berbagai sisi. Oleh karena itu kami lakukan serempak, kemudian kami berkolaborasi dengan semua pihak, dari BNN, Bareskrim, Polda Metro Jaya, Brimob, dan lain sebagainya,” kata Bismo.

Dede menambahkan penanganan kawasan rawan narkoba juga perlu disertai langkah pencegahan, rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika, pemberdayaan masyarakat, serta pemulihan lingkungan sosial.

Ia mengingatkan masyarakat yang ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba jangan sampai menjadi korban maupun berada di bawah tekanan jaringan bandar.

“Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba justru menjadi korban atau berada dalam tekanan jaringan bandar,” ujarnya.(knu)

Baca juga:

Polisi dan BNN Gerebek Kampung Bahari, 27 Orang Ditangkap, Sabu, Ganja hingga Senjata Api Disita




Baca Artikel Asli