MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengerahkan 744 petugas pemeriksa kesehatan hewan dan juru sembelih halal untuk mengawasi pelaksanaan kurban Idul Adha 1447 Hijriah di seluruh wilayah Jakarta.
Total petugas yang diterjunkan terdiri dari 424 personel Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian DKI Jakarta, 62 dokter hewan dari Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia Cabang Jakarta, 208 personel IPB University, serta 50 anggota Pramuka.
Pengawasan dilakukan mulai dari distribusi, penjualan, penampungan, pemeriksaan kesehatan, hingga proses pemotongan hewan kurban agar berjalan aman, sehat, tertib, dan sesuai syariat.
“Menjelang Idul Adha, aktivitas distribusi, penjualan, penampungan, hingga pemotongan hewan kurban di Jakarta meningkat," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno di Rumah Potong Hewan Perumda Dharma Jaya, Selasa (26/5).
Baca juga:
Prabowo Bagikan 1.098 Sapi Kurban ke Seluruh Daerah, Bobotnya Sampai 1,3 Ton
Rano menjelaskan, pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan sejak sebelum penyembelihan atau antemortem hingga setelah pemotongan atau postmortem.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan daging kurban yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.
Pemeriksaan dilakukan sejak sebelum hingga setelah pemotongan hewan kurban untuk memastikan daging yang diterima masyarakat memenuhi prinsip ASUH,
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
DKI Perkuat Pengawasan dan Pelatihan Juru Sembelih
Rano menegaskan Pemprov DKI terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban sekaligus meningkatkan kapasitas juru sembelih halal agar proses penyembelihan berjalan sesuai standar kesehatan dan syariat.
Menurut dia, aspek kesehatan hewan, kelayakan daging, tata cara pemotongan, hingga kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bersama.
Baca juga:
Spirit Idul Adha 1447 H Merawat Alam dan Kemanusiaan, Menag Minta Masjid jangan Kotor setelah Kurban
Sementara itu, Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengatakan pengawasan telah dilakukan sejak sebelum Idul Adha, termasuk melalui koordinasi dengan daerah pemasok hewan kurban.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hewan yang masuk ke Jakarta dalam kondisi sehat dan bebas penyakit menular.
Kami memastikan seluruh hewan yang masuk ke Jakarta bebas dari penyakit zoonosis seperti antraks, penyakit mulut dan kuku, orf, dan penyakit lainnya,
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok.
Ratusan Sampel Diperiksa, 892 Lokasi Jadi Target Pengawasan
Hasudungan menambahkan, Dinas KPKP telah melakukan pengambilan dan pemeriksaan laboratorium terhadap 458 sampel darah hewan kurban serta sampel tanah di lokasi penjualan untuk memastikan bebas antraks.
Ia juga menyebut Jakarta saat ini memiliki 484 juru sembelih halal. Pada 2026, Dinas KPKP menambah pelatihan bagi 80 orang tambahan.
“Para petugas akan disebar ke enam wilayah hingga Kepulauan Seribu. Tahun ini kami menargetkan pemeriksaan di 892 lokasi pemotongan hewan kurban di seluruh Jakarta,” kata Hasudungan. (Asp)