Merahputih.com - Penunjukan Wakil Menteri Keuangan baru selalu memancing rasa penasaran publik, dan kini sorotan utama tertuju pada profil Nurkholisoh Ibnu Aman yang resmi dilantik pada Kamis, 1 Oktober 2026.
Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 104P Tahun 2026, ia ditetapkan untuk mendampingi Luky Alfirman dalam mengisi pos strategis di jajaran Kementerian Keuangan.
Baca juga:
Reshuffle Ketujuh Kabinet Merah Putih, Ini Daftar Menteri dan Pejabat yang Dilantik Prabowo
Kehadiran tokoh berlatar belakang ekonom ini langsung menjawab kebutuhan formasi ideal sekaligus melengkapi susunan Wamenkeu terbaru di era Kabinet Merah Putih.
Banyak yang penasaran dengan rekam jejak Wamenkeu yang satu ini sebelum akhirnya ditarik ke pusaran pemerintahan.
Sosok Nurkholisoh Ibnu Aman ternyata bukan orang sembarangan, lantaran ia punya jam terbang yang sangat tinggi sebagai ekonom jempolan sekaligus peneliti andal.
Pengalamannya yang malang melintang dari membedah kebijakan di sektor swasta, dunia akademik, hingga mengabdi di bank sentral bikin dirinya dinilai sangat pas untuk mengawal perombakan Kabinet Merah Putih di sektor fiskal negara.
Dari Kampus Ganesha hingga Gelar PhD di Skotlandia
Daya tarik utama dari seorang Nurkholisoh bukan cuma soal pengalaman kerjanya, tapi juga riwayat pendidikannya yang sangat mentereng.
Kalau dibedah, latar belakang akademisnya menunjukkan dedikasi luar biasa di bidang keuangan dan ekonomi:
-
S1 Teknik Industri: Institut Teknologi Bandung / ITB (1997–2002)
-
S2 (M.Sc): Chalmers University of Technology (2002–2004)
-
S2 (MBA in Finance and Economics): University of Chicago Booth School of Business (2010–2012)
-
S3 (PhD in Finance): University of Edinburgh Business School (2020–2025)
Jejak Karier Mentereng Sang Wamenkeu Baru
Lulus dari Chalmers, Nurkholisoh nggak langsung masuk ke pemerintahan. Ia lebih dulu mencicipi kerasnya industri swasta dengan bekerja sebagai Senior Associate di firma audit global, Ernst & Young (EY) pada kurun waktu 2004 hingga 2005.
Setelah itu, ia mulai membangun reputasi emasnya di Bank Indonesia (BI). Selama hampir 13 tahun, tepatnya dari 2006 sampai 2019, ia menjabat sebagai Senior Economist.
Dedikasinya di BI sempat terjeda untuk menuntaskan studi doktoralnya di Skotlandia. Sepulangnya membawa gelar PhD, ia kembali dipanggil BI untuk menempati posisi Senior Researcher pada November 2024.
Jabatan prestisius inilah yang menjadi pijakan terakhirnya sebelum akhirnya dipinang masuk ke jajaran kementerian.
Formasi Trio Wamenkeu Kabinet Merah Putih Terkini
Pelantikan Nurkholisoh dan Luky Alfirman seolah menjadi puzzle penutup dari dinamika perombakan yang terjadi di Kemenkeu.
Buat yang sempat ketinggalan update, pos Wakil Menteri Keuangan ini sebelumnya diisi oleh tiga nama besar di awal pemerintahan: Thomas Djiwandono, Suahasil Nazara, dan Anggito Abimanyu.
Baca juga:
Soal Wacana Reshuffle Presiden Prabowo, PKS: jangan Ada lagi Menteri Kena Kasus Korupsi
Namun, roda mutasi bergulir cukup dinamis. Anggito digeser menjadi Ketua Dewan Komisioner LPS, sementara Thomas Djiwandono hijrah ke Bank Indonesia dan posisinya digantikan oleh Juda Agung.
Puncaknya, Suahasil Nazara mendapat amanah baru dengan dilantik sebagai Menteri Keuangan. Alhasil, masuknya wajah-wajah baru ini membuat kursi tritunggal Wamenkeu kembali utuh.
Kini, formasi tiga sekawan Wakil Menteri Keuangan resmi diisi oleh Juda Agung, Luky Alfirman, dan Nurkholisoh Ibnu Aman.