MerahPutih.com - Dikta resmi meluncurkan mini album bertajuk Unapologetic pada 15 Mei 2026. Dari sejumlah lagu yang terdapat dalam EP tersebut, lagu berjudul Papa Tenang Aja menjadi salah satu karya yang paling personal bagi Dikta.
Lagu ini menghadirkan cerita emosional tentang kerinduan mendalam seorang anak kepada sosok ayah yang telah pergi untuk selamanya
.
Baca juga:
Salma Salsabil Rilis Single ‘Hatchu!!’, Bawa Makna tentang Tantangan Hidup dan Mimpi
Basboi Rilis Single ‘Kl bkn aq’, Potret Generasi Urban yang Haus Perhatian
Lagu Tentang Rindu dan Kehilangan
Papa Tenang Aja dibawakan dengan nuansa lembut dan penuh ketulusan. Liriknya terasa seperti pesan atau surat yang ditujukan seorang anak kepada ayahnya di surga.
Melalui lagu tersebut, Dikta menggambarkan bagaimana kehidupan tetap berjalan meskipun rasa kehilangan masih terus tersimpan di dalam hati.
Perjalanan hidup yang penuh lelah, kesedihan, dan rindu menjadi benang merah yang terasa kuat sepanjang lagu.
Nuansa emosional yang dibangun membuat lagu ini terasa dekat dengan banyak pendengar yang pernah mengalami kehilangan orang terkasih.
Baca juga:
Ariel NOAH Hadirkan Single 'Ancika', Lagu Soundtrack Film 'Dilan ITB 1997'
Lagu Paling Personal di EP Unapologetic Dikta
Di antara seluruh lagu dalam EP Unapologetic, Papa Tenang Aja disebut menjadi karya yang paling personal bagi Dikta. Pendekatan lirik yang jujur dan sederhana membuat pesan dalam lagu terasa lebih tulus dan menyentuh.
Lirik Papa Tenang Aja - Dikta
Papa lagi apa disana
Sudah lama gak cerita
Aku mulai hilang arah
Aku hampir menyerah
Dulu waktu kau ada
Kau selalu berkata
Papa yakin kamu bisa dan kau benar
Aku bisa
Jangan khawatir papa
Aku baik-baik saja
Walau kadang aku lelah
Aku baik-baik saja
Pa.. Apa rasanya surga
Jelaskah kau lihat aku dari sana
Titipkan salam juga untuk mama
Dari kami semua
Jangan khawatir papa
Aku baik-baik saja
Walau kadang aku lelah
Aku baik-baik saja
Aku hanya ingin sedikit bercerita
Seperti dulu waktu kau ada
Semua telah aku lalui
Meski dengan sakit dan luka
Tertawa satu-satunya senjata
Tapi aku bahagia
Jangan khawatir papa
Aku baik-baik saja
Walau kadang aku lelah
Aku baik-baik saja
Aku bahagia
(Far)