Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dihubungkan dengan Kelompok Teroris, FPI Angkat Suara

Zulfikar Sy - Jumat, 05 Februari 2021

MerahPutih.com - Front Pembela Islam (FPI) membantah pernyataan salah satu terduga teroris yang juga simpatisan FPI Ahmad Aulia (AA), terkait adanya kegiatan baiat terhadap ISIS.

"Membantah keras pernyataan Saudara AA yang menyatakan pernah terjadi baiat dukungan kepada ISIS yang dilakukan di bekas markas daerah laskar FPI Jalan Sungai Limboto Makassar," pernyataan FPI yang diberikan oleh pengacara FPI, Aziz Yanuar kepada wartawan yang dikutip Jumat (5/2).

FPI menyebut, acara di Makassar tersebut merupakan diskusi politik. Sejumlah tokoh-tokoh FPI juga hadir.

Baca Juga:

Densus 88 Diminta Usut Dugaan Keterlibatan Oknum FPI dalam Jaringan Teror

"Acara yang dilaksanakan pada saat itu adalah diskusi umum terkait kondisi perpolitikan dunia secara global yang dihadiri oleh tiga narasumber yakni H Munarman SH, Ustaz M Basri (almarhum) dan Ustaz Fauzan (almarhum)," pernyataan FPI.

FPI juga membantah kehadiran Munarman di acara tersebut terkait baiat ke ISIS. Munarman diundang ke acara tersebut untuk menjadi narasumber.

Selain itu, FPI menyatakan Ahmad Aulia tidak terdaftar sebagai anggota FPI.

"Saudara AA tidak pernah terdaftar sebagai anggota laskar Front Pembela Islam Makassar maupun di kota atau kabupaten lainnya yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan," jelasnya.

Dengan didampingi tim Densus 88 Antiteror Polri, seorang teroris Jamaah Ansharut Daulah asal Sulawesi (tengah) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021). (ANTARA/ HO-Polri)
Dengan didampingi tim Densus 88 Antiteror Polri, seorang teroris Jamaah Ansharut Daulah asal Sulawesi (tengah) tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2/2021). (ANTARA/ HO-Polri)

Ia menilai, semestinya polisi tak lagi menghubung-hubungkan terduga teroris tersebut dengan FPI lantaran ormas FPI telah dibubarkan pemerintah.

Ia pun merasa heran dengan terus dikaitkannya nama FPI dengan berbagai hal sebab ormas mereka telah dinyatakan tidak eksis karena sudah dibubarkan pemerintah.

Karo Penmas Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, 19 tersangka teroris dari kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Makassar merupakan anggota FPI.

Para tersangka teroris itu telah dijemput tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/2).

"Semua terlibat atau menjadi anggota FPI di Makassar. Mereka sangat aktif dalam kegiatan FPI di Makassar," kata Rusdi dalam konferensi pers di Bandara Soetta, Tangerang, Banten.

Baca Juga:

Kemenag Terbitkan SE, ASN Dilarang Gabung Organisasi Terlarang HTI Hingga FPI

Menurut dia, kelompok teroris dari Makassar ini memiliki berbagai rencana yang bisa mengganggu stabilitas serta keamanan dan ketertiban masyarakat. Kelompok ini biasanya melakukan aksi bom bunuh diri.

Rusdi mengatakan, salah satu dari 19 tersangka teroris kelompok Makassar ini merupakan anak pasangan suami istri Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani.

Mereka adalah pelaku bom bunuh diri di Katedral Our Lady of Mount Carmel, Pulau Jolo, Filipina Selatan.

"Kelompok ini mempunyai ke mental untuk melakukan kegiatan-kegiatan bom bunuh diri," ujar Rusdi. (Knu)

Baca Juga:

Polri Dalami Kaitan Salah Satu Terduga Teroris dengan Aliran Dana Rekening FPI

Baca Artikel Asli