Di Balik Sosok Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh
>MerahPutih Politik- Sosok Laksamana (Purn) Bernard Kent Sondakh memang sudah renta, tapi badannya masih tegap, tatapan matanya pun masih tajam dan awas. Lelaki kelahiran Tobelo, Halmahera, Maluku, 9 Juli 1948 selalu memiliki semangat juang tinggi dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga saat ini.>Pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada April 2002 hingga Februari 2005. Bernard mengaku itu adalah jalan Tuhan yang harus ia tempuh, dan dirinya selalu mensyukuri apa yang diberikanNya.>"Mungkin saja ini jalan Tuhan yang membuat saya jadi begini, karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Ujarnya kepada wartawan di Resto Bunga Rampai, Jakarta Pusat, Minggu (14/12/2014).
>Meski ia sudah pensiun dari dunia kemiliteran, pria 66 tahun ini ikut terjun dalam dunia politik sebagai pengurus DPP Partai Hanura. Tidak hanya itu, Bernard juga menulis buku biografinya sendiri bertajuk "Menjaga Laut Indonesia" yang terbit Desember ini.>Dalam bukunya, mantan perwira TNI AL ini tidak hanya menulis tentang kariernya saja, namun ia juga menulis kisa hidupnya sejak lahir di Tobelo Halmahera Utara.>Bagi Bernard menjaga keamanan di daerah tetitorial adalah kedaulatan bangsa dan harus dipertahankan dengan harga mati. Semangat kekuatan pasukan maritim berpatriot yang tinggi dengan semangat yang tak pernah pudar masih di percayai ia rasakan hingga saat ini.