MerahPutih.com - Djon Afriandi resmi menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) TNI AD.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025 yang ditetapkan pada 6 Agustus 2025.
Sebelum ditunjuk sebagai Pangkopassus, Djon telah lebih dulu mengomandoi pasukan elite tersebut sejak Maret 2024 sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus.
Jejak Karier Letjen Djon Afriandi
Melansir berbagai sumber, Djon merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995.
Karier militernya dimulai pada 1997 saat menjabat sebagai Danton 3/2 Batalion 13 Grup 1 Kopassus. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Danton 2/2 Batalion 13 Grup 1 Kopassus.
Pada 1998, Djon menjabat sebagai Danton 2/1 Batalion 11 Grup 1 Kopassus, kemudian Danton 1/1 Batalion 11 Grup 1 Kopassus di tahun yang sama. Kariernya terus berkembang dengan posisi Danki 3 Batalion 11 Grup 1 Kopassus (2001) serta Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002).
Saat berpangkat mayor pada 2007, ia menjabat sebagai Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Pabandya Ops Kopassus (2009), Danyon 13 Grup 1 Kopassus (2010-2011), serta Danden 1 Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (2011-2013).
Pada 2013, Djon naik pangkat menjadi letnan kolonel dan menjabat sebagai Wadan Grup A Paspampres (2013-2016), serta Asops Danjen Kopassus (2014-2016).
Baca juga:
Profil Letjen Yudi dari Kopassus ke Kabais, Karier Moncer Terjegal Kasus Teror Air Keras
Profil Prihati Pujowaskito, Dokter Jantung yang Kini Jadi Dirut BPJS Kesehatan
Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI
Kariernya terus menanjak saat ia naik pangkat menjadi kolonel pada 2016. Ia kemudian menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassus (2016-2017), Koorspri KSAD (2017-2020), serta Danrem 0112/Teuku Umar (2020-2022).
Pada 2022, Djon naik ke jajaran perwira tinggi dengan pangkat Brigadir Jenderal. Ia sempat menjabat sebagai Danmentar Akmil (2022-2023) dan Staf Khusus KSAD (2023-2024).
Selanjutnya, ia naik pangkat menjadi Mayor Jenderal dan dipercaya memimpin Kopassus sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Pangkopassus.
Selain pengalaman dalam negeri, Djon juga memiliki rekam jejak internasional, termasuk menerima Master Parachutist Badge dari Amerika Serikat. Ia juga pernah memimpin Batalyon 13 Grup 1 Kopassus serta terlibat dalam operasi di Aceh. (Knu)