Profil dan Jejak Karier Letjen Djon Afriandi, Pangkopassus Baru TNI AD

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 20 April 2026
Profil dan Jejak Karier Letjen Djon Afriandi, Pangkopassus Baru TNI AD

Danjen Kopassus Letjen Djon Affandi.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Djon Afriandi resmi menjabat sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus (Pangkopassus) TNI AD.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/1033/VIII/2025 yang ditetapkan pada 6 Agustus 2025.

Sebelum ditunjuk sebagai Pangkopassus, Djon telah lebih dulu mengomandoi pasukan elite tersebut sejak Maret 2024 sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus.

Jejak Karier Letjen Djon Afriandi

Melansir berbagai sumber, Djon merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1995.

Karier militernya dimulai pada 1997 saat menjabat sebagai Danton 3/2 Batalion 13 Grup 1 Kopassus. Di tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Danton 2/2 Batalion 13 Grup 1 Kopassus.

Pada 1998, Djon menjabat sebagai Danton 2/1 Batalion 11 Grup 1 Kopassus, kemudian Danton 1/1 Batalion 11 Grup 1 Kopassus di tahun yang sama. Kariernya terus berkembang dengan posisi Danki 3 Batalion 11 Grup 1 Kopassus (2001) serta Pasilat Ops Grup 1 Kopassus (2002).

Saat berpangkat mayor pada 2007, ia menjabat sebagai Wadanyon 23 Grup 2 Kopassus. Selanjutnya, ia dipercaya menjadi Pabandya Ops Kopassus (2009), Danyon 13 Grup 1 Kopassus (2010-2011), serta Danden 1 Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (2011-2013).

Pada 2013, Djon naik pangkat menjadi letnan kolonel dan menjabat sebagai Wadan Grup A Paspampres (2013-2016), serta Asops Danjen Kopassus (2014-2016).

Baca juga:

Profil Letjen Yudi dari Kopassus ke Kabais, Karier Moncer Terjegal Kasus Teror Air Keras

Profil Prihati Pujowaskito, Dokter Jantung yang Kini Jadi Dirut BPJS Kesehatan

Profil Thomas Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Diusulkan Jadi Deputi Gubernur BI

Kariernya terus menanjak saat ia naik pangkat menjadi kolonel pada 2016. Ia kemudian menjabat sebagai Komandan Grup 1 Kopassus (2016-2017), Koorspri KSAD (2017-2020), serta Danrem 0112/Teuku Umar (2020-2022).

Pada 2022, Djon naik ke jajaran perwira tinggi dengan pangkat Brigadir Jenderal. Ia sempat menjabat sebagai Danmentar Akmil (2022-2023) dan Staf Khusus KSAD (2023-2024).

Selanjutnya, ia naik pangkat menjadi Mayor Jenderal dan dipercaya memimpin Kopassus sebelum akhirnya ditunjuk sebagai Pangkopassus.

Selain pengalaman dalam negeri, Djon juga memiliki rekam jejak internasional, termasuk menerima Master Parachutist Badge dari Amerika Serikat. Ia juga pernah memimpin Batalyon 13 Grup 1 Kopassus serta terlibat dalam operasi di Aceh. (Knu)

#Profil #Kopassus #TNI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
TB Hasanuddin menyoroti kasus Serda Ahmad yang tewas setelah diduga dianiaya senior. Ia meminta tradisi kekerasan di lingkungan TNI dihentikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Serda Ahmad Tewas Dianiaya Senior, DPR Minta Tradisi Kekerasan di TNI Dihapus
Indonesia
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Prabowo menegaskan penguatan pertahanan diarahkan untuk membangun sistem pertahanan dan keamanan yang lebih baik.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 16 September 2026
Alasan Prabowo Tambah Batalion TNI di Berbagai Wilayah
Olahraga
Mengenal Hamza Abdelkarim, Wonderkid Mesir yang Diikat Barcelona dengan Kontrak Baru hingga 2030
Nama Hamza Abdelkarim mulai mencuri perhatian di Barcelona. Berikut profil singkat mengenal sang wonderkid Barcelona asal Mesir.
Yusuf Abdillah - Rabu, 16 September 2026
Mengenal Hamza Abdelkarim, Wonderkid Mesir yang Diikat Barcelona dengan Kontrak Baru hingga 2030
Indonesia
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Empat prajurit TNI AU tersangka penganiayaan Serda Ahmad Muzammil Farisa berpotensi diberhentikan tidak hormat. Ini kronologi pemukulan hingga korban meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kronologi Serda Ahmad Dipukul 3 Kali hingga Meninggal, 4 Tersangka Terancam Dipecat
Indonesia
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Puspom TNI AU menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Serda Ahmad Muzammil yang berujung kematian.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Kasus Penganiayaan Serda Ahmad: 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka, Terancam 9 Tahun Penjara
Indonesia
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Puspom AU menetapkan empat prajurit TNI AU sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang menyebabkan Serda Ahmad Muzammul Farisa meninggal.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 16 September 2026
Serda Ahmad Meninggal Usai Diduga Dianiaya Senior, 4 Prajurit TNI AU Jadi Tersangka
Indonesia
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Personel akan berbaris dalam defile dan mengikuti simulasi tempur yang ditampilkan di kawasan Monas
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 15 September 2026
520 Unit Alutsista Bakal Ramaikan Defile Puncak Peringatan HUT ke-81 TNI
Indonesia
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Garibaldi sendiri nanti akan dikawal kapal fregat TNI AL saat memasuki perairan ALKI I
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
Rute AKLI I Yang Jadi Pilihan Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Masuk Indonesia
Indonesia
TNI Kirim KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Operasi militer selain perang perang ini juga bagian dari diplomasi Indonesia ke empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 14 September 2026
TNI Kirim  KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 Gelar Operasi ke Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea
Indonesia
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Keterlambatan putusan menjadi persoalan karena perluasan peran TNI di luar fungsi pertahanan terus berlangsung.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Tim Advokasi Minta MK Segera Putus Uji UU TNI demi Supremasi Sipil
Bagikan