Di Australia SBY dipanggil Yudy
>MerahPutih Internasional- Karikatur bernuansa kritkan politik terbaik yang pernah dimuat di media Australia baru-baru ini dipamerkan Museum of Australian Democracy (MOAD) di Old Parliament House, Canberra, Australia.>Bertajuk Behind the Lines 2014, pameran ini akan di gelar selama satu tahun penuh. Yang menarik, karikatur mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihal kasus penyadapan pemerintah Australia pada beberapa pejabat Indonesia ketika itu ikut menghiasi dinding Museum.>Salah satu kurator dalam pameran tersebut, Tania Cleary mengungkapkan kebanyakan karikatur yang terpilih menggambarkan keadaan politik Australia di masa pemerintahan Perdana Menteri Tony Abbott setahun terakhir.
>“Karikatur dalam pameran ini banyak menggambarkan situasi politik khususnya kasus-kasus para pejabat negara seperti Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri, Bendahara dan para anggota Parlemen yang karakternya diciptakan oleh para kartunis,” ucapnya pada News Australia.>Kasus penyadapan badan intelejen Australia terhadap beberapa pejabat tanah air saat itu cukup membuat renggang hubungan dua negara beda benua itu.>Karikatur yang diberikan judul "Menjadi orang Australia artinya tidak pernah mengatakan bahwa Anda menyesal" itu dibuat oleh David Pope yang dimuat di harian The Canberra Time, 20 November 2013.
>Pope menggambarkan dalam karikaturnya, seorang berwajah besar bicara pada seorang perempuan pirang mengatakan Indonesia harus bersyukur, karena negara seperti Australia pun bahkan ingin diam-diam tahu apa yang ada di telepon SBY.