Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Dewan Keamanan PBB Bahas Rencana Penarikan Pasukan Perdamaian UNIFIL Dari Lebanon

Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Oktober 2026

MerahPutih.com - PBB sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk mempertahankan kehadirannya di Lebanon setelah mandat penjaga perdamaian Pasukan Sementara PBB di Lebanon atau UNIFIL berakhir pada akhir tahun ini.

Wakil Sekretaris Jenderal PBB Bidang Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, Rabu (14/10), mengatakan hal tersebut dalam pertemuannya dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Istana Kepresidenan Lebanon yang berada di Beirut sebelah timur.

Ada beberapa opsi yang sedang dipertimbangkan terkait kelanjutan kehadiran PBB di Lebanon, setelah berakhirnya mandat UNIFIL,

kata Lacroix seperti dikutip dalam pernyataan kantor kepresidenan Lebanon.

Mandat UNIFIL akan berakhir pada akhir 2026. Lebanon pun telah mendesak agar kehadiran internasional di wilayah selatan tetap dipertahankan, karena hal itu dianggap sebagai unsur penting bagi stabilitas.

Baca juga:

PBB Kecam Serangan Houthi Tewaskan 12 Warga Sipil di Bandara Internasional King Khalid di Riyadh

Situasi di Lebanon selatan tetap "kompleks" di tengah berlanjutnya aktivitas militer yang sangat berdampak pada penduduk sipil. Menurut Lacorix, Sekjen PBB Antonio Guterres telah menyampaikan kepada Dewan Keamanan PBB terkait sejumlah opsi mengenai masa depan kehadiran PBB di Lebanon setelah UNIFIL, berdasarkan konsultasi dengan otoritas Lebanon.

Posisi Lebanon harus diperhitungkan dalam pembahasan dengan DK PBB, tambahnya, sambil mencatat bahwa PBB menyadari permintaan Lebanon untuk memperpanjang sementara mandat UNIFIL. Lacroix menegaskan tujuan PBB adalah mendukung upaya pemulihan stabilitas dan kedaulatan penuh Lebanon.

Sementara itu, Aoun menegaskan kembali komitmen Lebanon untuk mempertahankan kehadiran UNIFIL. Penarikan pasukan UNIFIL dapat menciptakan kekosongan keamanan di tengah serangan Israel yang terus berlanjut dan pendudukan Israel.

Aoun mengatakan pasukan internasional tetap penting dalam situasi tersebut, terutama karena sebagian besar wilayah yang diduduki berada di area operasi UNIFIL.

Ia memperingatkan penarikan UNIFIL akan berdampak negatif terhadap keamanan dan membuat perkembangan di wilayah tersebut tidak lagi mendapat pemantauan internasional. DK PBB menanggapi permintaan Lebanon untuk mempertahankan misi UNIFIL satu tahun lagi.

Presiden Lebanon itu juga mengatakan angkatan bersenjata negaranya masih memerlukan layanan kemanusiaan dan logistik yang diberikan UNIFIL jika mengambil alih pengerahan pasukan di wilayah terkait.

UNIFIL telah ditempatkan di Lebanon selatan sejak tahun 1978 berdasarkan Resolusi DK PBB untuk memantau penghentian permusuhan serta membantu menjaga keamanan dan stabilitas. (*)

Baca Artikel Asli