Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Debat Cawalkot Tangsel, Tiga Kandidat Beberkan Program Atasi Kesenjangan Sosial

Andika Pratama - Minggu, 22 November 2020

MerahPutih.com - Tiga calon kepala daerah Kota Tangerang Selatan beradu argumen dalam debat kandidat yang disiarkan secara daring. Kesenjangan sosial, menjadi salah satu isu yang dibahas.

Pasangan nomor urut 3, Benyamin Davnie menyebut banyak warga yang kehilangan pekerjaan di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu dia bersama pasangannya Pilar Saga Ichsan akan berupaya untuk mendorong kemajuan di Tangerang Selatan melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Baca Juga

Ini Alasan 'Relawan Muda Melangkah' Dukung Muhamad-Saraswati di Pilkada Tangsel

"Kami terus meningkatkan keterampilan untuk mendorong ekonomi kreatif," kata Benyamin Davnie dalam debat publik putaran pertama, Minggu (22/11).

Sementara itu, pasangan calon no urut 1 Muhamad mengatakan, penduduk Tangsel heterogen. Tangsel bukan hanya miniatur Indonesia tapi dunia.

"Terkait lapangan kerja kami sangat konsen bagaimana anak muda kita, kami ciptakan peluang untuk bekerja anak-anak muda kita," kata Muhammad didampingi Cawawalkot no urut 1 Rahayu Saraswati Djojohadikusumo.

Kantor KPU Kota Tangerang Selatan
Kantor KPU Kota Tangerang Selatan

Cawalkot nomor urut 2, Siti Nur Azizah Ma'ruf mengatakan, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat dan harus ada keberpihakan dalam proses pembangunan.

"Kesenjangan perlu ada political will state harus ada keberpihakan anggaran dan mendorong partisipasi masyarakat," ujarnya.

Siti menyebut, ia bersama wakilnya Ruhamaben akan wujudkan wirausaha baru.

"Mendorong wirausaha baru dan mendorong klaster ekonomi rakyat, masyarakat diminta mendorong gerakan ekonomi Tangsel sangat penting di situasi COVID-19 ini," ujar putri Wapres Maruf Amin ini.

Baca Juga

Jelang Debat Pilkada Tangsel, Ketiga Paslon Janji Tampil Ngotot

Mereka juga membahas mengenai eterlibatan perempuan dan kaum disabilitas jadi sangat penting untuk pembangunan termasuk di Tangerang Selatan.

Pasangan Azizah-Ruhama menawarkan program Rp100 juta per RW agar warga ikut partisipasi dalam pembangunan. Ini untuk meningkatkan kualitas hidup, lingkungan. Termasuk untuk perempuan dan kelompok disabilitas.

"Ikut meningkatkan kualitas lingkungan, baik yang perempuan dan masyarakat kota kelompok disabilitas," kata Azizah.

Nantinya, RT dan RW juga diberikan aplikasi untuk memberikan masukan dan terlibat di pembangunan Tangsel ke depan.

Pasangan Benyamin-Pilar menyebut bahwa selama ini Pemkot Tangsel sudah menggunakan skema penerimaan untuk disabilitas dan perempuan khususnya untuk ASN. Termasuk untuk ekonomi kreatif, pelatihan sampai bantuan modal.

"Sudah dilakukan Pemkot Tangsel dan akan ditingkatkan," kata Benyamin.

Soal perempuan dan disabilitas, pasangan Muhamad-Rahayu Saraswati menyatakan bahwa memiliki janji pemberian modal untuk single mother. Terkait keberpihakan disabilitas, justru selama ini Tangsel jadi satu-satunya daerah di Banten belum memiliki sekolah luar bisa.

"Sangat penting memberikan ruang perempuan partisipasi maka pemberian permodalan untuk single mother. Tangsel satu-satunya di Banten belum memiliki SLB itu harus jadi prioritas," ujar Saras soal gagasan tentang perempuan. (Knu)

Baca Juga

Rahayu Saraswati Lebih Memilih Membangun LRT di Tangsel karena Alasan Ini

Baca Artikel Asli