MerahPutih Politik - Guru Besar Politik Australian National University (ANU) Marcus Mietzner mengungkapkan, dana untuk partai politik merupakan agenda Presiden Joko Widodo. Bahkan, hal itu sudah disampaikan saat berkampanye.
"Saya ketemu pak Jokowi sebelum jadi Presiden, dia mengatakan ya kita mau naikkan bantuan keuangan partai," ujar Marcus, di Jakarta, Selasa (7/7).
Namun, agenda tersebut gagal setelah dikonsepkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Profesor ini mengusulkan agar dana bantuan untuk partai politik dinaikkan 10 kali lipat.
"Begitu dikonsepkan Tjahjo ada pushback sedikit, selesai, bubar semua," kata Marcus.
Karena itu, Marcus optimistis oligarki politik akan terus berlaku di Indonesia. Sebab, sumber pendanaan parpol dibebankan pada konglomerat.
"Partai baru yang muncul semuanya oligarki, seperti Perindo. Karena uangnya darimana?, kalau mau membentuk parpol harus punya dana besar," tandasnya.
Seperti diberitakan Merahputih.com, Menteri Tjahjo sebelumnya mengusulkan adanya kenaikan santunan Negara untuk partai politik sebesar 10 kali lipat dari yang saat ini diterima partai politik, yaitu sebesar Rp108 per suara. (mad)
Baca Juga:
Marcus Mietzner: Dari Perspektif Manapun, Dana Aspirasi Tidak Masuk Akal
Dana Aspirasi Rugikan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
Dapat Instruksi dari Megawati, PDIP Sepakat Tolak Dana Aspirasi